PEKANBARU, LIPO - Pemprov Riau siapkan skenario antisipasi antrean panjang dan kelangkaan BBM menjelang akhir tahun 2026.
Kepala Dinas ESDM Riau Ismon Diando Simatupang mengatakan Gubernur Riau sudah instruksikan pemenuhan pasokan energi berkelanjutan.
Pemda sudah koordinasi dengan badan pengatur agar pasokan harian ditambah sebelum puncak kebutuhan warga.
"Pada 1 September lalu, Gubernur Riau telah menginstruksikan secara langsung kepada BPH Migas agar segera menambah kuota BBM kita guna mengantisipasi potensi kelangkaan di akhir tahun," ujar Ismon di Pekanbaru, Rabu (14/10/2026).
Selain tambah kuota, Pemprov usul BPH Migas tempatkan perwakilan di provinsi.
"Kami secara resmi mengusulkan agar BPH Migas menempatkan perwakilannya di tingkat provinsi. Ini penting untuk memperkuat koordinasi, pengawasan harian, dan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan," tuturnya.
Sejalan dengan Pemprov, Komisi VI DPR RI dorong pembentukan Satgas pengawasan BBM bersubsidi lintas instansi.
Tim ini dirancang agar penyaluran tidak melenceng dari kuota dan tepat sasaran.
"Pendataan unsur yang akan dilibatkan sangat diperlukan hari ini, agar kita bisa merumuskan struktur, tugas, serta mekanisme kerja Satgas. Tujuannya satu, memastikan BBM bersubsidi ini disalurkan tepat sasaran sesuai ketentuan," kata Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Riau, Ahmad.*****