PEKANBARU, LIPO - Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan DPRD Riau memanggil sejumlah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI), di antaranya PT RAPP, Ivo Mas, dan Indah Kiat, guna membahas optimalisasi pendapatan pajak daerah, Rabu 14 Januari 2025.
Anggota Pansus, Ikbal Sayuti, mengatakan pemanggilan tersebut dalam rangka upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah menurunnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Menurut Ikbal, masih banyak potensi pajak daerah yang belum tergarap maksimal, salah satunya pajak kendaraan bermotor. Ia menyoroti masih banyak kendaraan perusahaan yang beroperasi di Riau namun menggunakan plat nomor luar daerah.
“Kendaraan ber plat non-BM yang beroperasi di Riau jelas mengurangi pendapatan daerah. Ini harus menjadi perhatian dan dikontrol bersama oleh pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota,” ujarnya.
Selain itu, Pansus juga menyoroti potensi pajak air permukaan. Dari banyaknya perusahaan yang beroperasi di Riau, pendapatan pajak air dinilai belum optimal karena belum adanya standar pengukuran penggunaan air.
“Selama ini kita hanya menerima laporan penggunaan air. Ke depan harus ada pengawasan yang lebih ketat, termasuk penggunaan water meter agar pemakaian bisa terukur,” katanya.
Pansus juga membahas potensi pajak dari sektor Crude Palm Oil (CPO) serta pajak alat berat yang dinilai masih belum sesuai dengan kondisi penggunaan di lapangan.
Ikbal menegaskan rapat tersebut merupakan pertemuan awal. Ke depan, Pansus akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan perkebunan dan HTI untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya.
“Baru tiga perusahaan yang kita panggil hari ini. Masih banyak perusahaan lain yang akan kita undang dan sisir satu per satu,” pungkasnya.*****