PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Siak-Pelalawan, Androy Ade Rianda, menyoroti berbagai persoalan infrastruktur penerangan jalan yang ditemukan saat masa reses di wilayah konstituennya.
Fokus utama pengaduan masyarakat kondisi jalan strategis menuju Perawang, Minas, Kandis, hingga akses menuju Ibu Kota Kabupaten Siak.
Kepada awak media, Androy mendeskripsikan kondisi kelistrikan yang memprihatinkan. Mulai dari penerangan yang hanya ada di jalan utama, hingga di jalan-jalan gang atau pemukiman warga yang gelap.
"Bahaya lain terlihat dari kabel listrik yang masih membentang di atas atap rumah masyarakat, berisiko tinggi menyebabkan kebakaran atau tersengat listrik," ujarnya belum lama ini.
Tapi Ironi terbesar katanya terjadi di Kecamatan Minas.
"Itu penerangan baru di Minas, salah satu kecamatan yang menghasilkan minyak tapi daerahnya gelap. Berbeda dari kecamatan lain," tegas Androy, mengulang keluhan masyarakat yang ia terima.
Minas, yang dikenal sebagai daerah penghasil minyak bumi, justru kalah terang dari wilayah tetangganya. Situasi ini juga diperparah dengan temuan di lapangan berupa tiang listrik yang sudah berdiri kokoh namun tidak berfungsi karena kabelnya tidak terpasang.
"Akibat minimnya penerangan, warga juga resah dengan aksi kriminalitas. Banyak begal," tambahnya.
Menanggapi banyaknya aspirasi yang masuk, Androy mengakui akan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sedang tidak baik. Dan ini menjadi tantangan memenuhi seluruh permintaan warga.
"Kita sampaikan dengan masyarakat. Mungkin dari 10 yang diusulkan, mungkin hanya 2 yang bisa direalisasikan. Kalau lampu ini, kita usulkan program School UEM (listrik masuk desa) dengan skala prioritas, mungkin hanya 2 atau 3 lampu di titik paling kritis," ujar politisi Gerindra ini.
Meski anggaran terbatas, Androy menyatakan komitmennya untuk tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia mencontohkan pelayanan di Kecamatan Minas yang terabaikan padahal berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah.
"Ada yang Minas, ada yang gak (dapat penerangan). Ini yang harus kita perjuangkan secara adil," tutupnya.*****