Laksamana Muda Terima Permintaan Maaf Aliansi Pemuda Senapelan, Dugaan Pesta LGBT Dicabut

Laksamana Muda Terima Permintaan Maaf Aliansi Pemuda Senapelan, Dugaan Pesta LGBT Dicabut

PEKANBARU, LIPO - Manajemen Laksamana Muda menerima permintaan maaf dari Aliansi Pemuda Senapelan terkait dugaan penyelenggaraan kegiatan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang sebelumnya mencoreng nama baik serta menimbulkan kerugian bagi kafe tersebut.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung dalam pertemuan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Direktur Laksamana Muda, Howandi Chandra, menyatakan pihaknya menerima permohonan maaf tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga dalam berwirausaha.

"Kami menerima permintaan maaf yang telah disampaikan aliansi. Kami menjadikan ini sebagai pengalaman dalam berwiraswasta," kata Howandi.

Ia menambahkan, insiden ini mendorong pihaknya memperketat pengawasan terhadap pengunjung agar tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma masyarakat. Howandi menegaskan Laksamana Muda adalah tempat kuliner sekaligus hiburan musik yang menyediakan berbagai kegiatan positif.

"Semoga ini menjadi pelajaran dan langkah maju bagi kita semua," ujarnya.

Dari pihak Aliansi Pemuda Senapelan, Ketua Dimas Hidayat menyampaikan sejumlah pernyataan melalui surat resmi. Berdasarkan peninjauan dan bukti yang diperiksa, aliansi tidak menemukan bukti yang mendukung dugaan bahwa Laksamana Muda menyelenggarakan, memfasilitasi, atau mengarahkan kegiatan pesta LGBT sebagaimana yang sebelumnya dipersoalkan.

"Kami menerima penjelasan bahwa aktivitas pengunjung dalam video tersebut bukan bagian dari acara, program, ataupun arahan Manajemen Laksamana Muda," ujar Dimas.

Dimas menyatakan pihaknya mencabut dugaan sebelumnya yang mengaitkan Manajemen Laksamana Muda sebagai penyelenggara, fasilitator, atau pendukung pesta tersebut, karena tidak didukung hasil peninjauan dan bukti yang diperiksa.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Manajemen Laksamana Muda, karyawan, musisi, mitra usaha, pengunjung, serta masyarakat Pekanbaru atas keresahan dan dampak yang timbul dari penyampaian dugaan tersebut," kata Dimas.

Ia juga menegaskan komitmen aliansi untuk mempublikasikan klarifikasi dan pencabutan dugaan melalui akun, kanal komunikasi, serta media yang sebelumnya memuat pernyataan mereka, paling lambat 30 Oktober 2026.

"Kami akan menghapus atau mengoreksi unggahan dalam kendali kami yang memuat dugaan tersebut, serta meminta pihak yang mengutip pernyataan kami untuk memperbarui informasinya sesuai klarifikasi bersama ini," imbuhnya.

Melalui klarifikasi ini, Manajemen Laksamana Muda berharap masyarakat kembali berkunjung untuk menikmati kuliner dan hiburan musik tanpa rasa khawatir.

"Laksamana Muda dan Aliansi Pemuda Senapelan juga berkomitmen membangun kerja sama untuk kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kota Pekanbaru," pungkas Howandi.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Hiburan Malam

Index

Berita Lainnya

Index