PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal kembali melaksanakan salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah bencana kabut asap yang kembali pekat awal pekan ini.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan salat Istisqa merupakan ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat agar kabut asap segera hilang.
"Ada ikhtiar ada doa. Kita berharap, memohon doa dan dukungan masyarakat agar kota ini segera selesai dari bencana kabut asap ini," ujar Markarius, Selasa (15/9/2026).
Markarius menyebut Pemko dan warga sudah dua kali melaksanakan salat Istisqa. Setelah itu, Pekanbaru sempat diguyur hujan dan kabut asap berkurang.
"Kalau curah hujan sudah banyak tentu udaranya akan bersih. Alhamdulillah setelah shalat Istisqa kemarin hujan," katanya.
Ia memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan bersama pihak terkait. Saat ini Pekanbaru berstatus zero hotspot atau nihil titik api.
Kabut yang menyelimuti Pekanbaru disebut sebagai asap kiriman. Angin dari selatan ke utara membawa asap dari wilayah terdampak karhutla.
"Dari titik api di provinsi lain itu mengarahnya ke Pekanbaru. Mudah-mudahan bencana ini cepat selesai," harapnya.
Imbas kabut asap pekat sejak Senin (14/9/2026), Pemko memberlakukan kebijakan sekolah tatap muka terbatas bagi peserta didik.
Selain itu, 21 Puskesmas disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Pemko menyiapkan masker, vitamin, dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak.*****