85 Hektare Lahan Terbakar, Pemko Pekanbaru Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla

85 Hektare Lahan Terbakar, Pemko Pekanbaru Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla
Wako Pekanbaru Agung Nugroho/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menaikkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla.

Status Siaga Darurat yang ditetapkan sejak Mei 2026 dinaikkan menyusul meluasnya kebakaran lahan sejak awal Agustus. Hingga kini, total luas lahan yang terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 85,09 hektare.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menetapkan masa Tanggap Darurat berlangsung hingga 7 September 2026.

"Berdasarkan perkembangan kondisi darurat bencana kebakaran lahan dan hutan, maka perlu ditingkatkan statusnya menjadi Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan," kata Wako Agung, Rabu (26/8/2026).

Agung menjelaskan, keputusan itu dituangkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Pekanbaru. Salah satu pertimbangan utama adalah meningkatnya eskalasi kebakaran dengan akumulasi 150 titik kejadian.

Kondisi cuaca juga memperparah situasi. Data BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru dan Stasiun Pemantauan Rumbai Timur mencatat Pekanbaru mengalami 22 hari tanpa hujan dalam sebulan terakhir.

Minimnya curah hujan membuat lahan gambut semakin kering dan mudah terbakar. Dampaknya dirasakan warga berupa kabut asap dan udara yang semakin pekat.

Kualitas udara menjadi pertimbangan lain. Hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kualitas udara Pekanbaru sempat masuk kategori Berbahaya pada Senin (25/8/2026).

Kondisi itu berdampak langsung ke kesehatan. Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat hingga Rabu (26/8/2026) ada 177 kasus ISPA akibat Karhutla. Rinciannya 5 orang Asma, 7 orang iritasi kulit, 1 Pneumonia, dan 3 orang Konjungtivitis.

Atas berbagai perkembangan tersebut, Rapat Koordinasi Penetapan Status Bencana Karhutla di Kota Pekanbaru akhirnya menyepakati peningkatan status.

"Penetapan status tanggap darurat bencana karhutla ini berlangsung selama 14 hari ke depan," pungkas Agung.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Karhutla

Index

Berita Lainnya

Index