PADANG, LIPO – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang balita yang diduga hanyut di Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, resmi dihentikan pada Kamis (9/7/2026). Sebab, hasil pencarian selama 5 hari dinyatakan nihil.
Untuk diketahui, korban bernama Haikal (3,5) dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan laporan Kalaksa BPBD Pasaman Mardianto yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Minggu (5/7/2026) pukul 12.17 WIB, kejadian bermula saat korban bermain di area persawahan di luar rumah.
"Pada hari Sabtu tanggal 4 Juli 2026 pukul 16.00 WIB, survivor bermain di luar rumah area persawahan ketika orang tua memasak dan mencuci piring. Setelah selesai survivor tidak ditemukan di luar dan orang tua mencari tapi survivor tidak ditemukan," jelas Humas Kantor SAR Kota Padang, Jody Harryawan.
Jody mengatakan, di dekat lokasi bermain terdapat sungai. Diduga kuat korban hanyut ke sungai tersebut. Pemerintah nagari dan warga telah melakukan pencarian sejak hari pertama, namun korban belum ditemukan.
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pada Kamis (9/7/2026) pukul 07.30 WIB dengan memperluas area pencarian sejauh ± 3 KM.
Namun, hingga pukul 17.30 WIB, operasi (H-5) belum membuahkan hasil.
“Berdasarkan kesepakatan antara tim gabungan, pihak keluarga, dan Wali Nagari, operasi SAR dihentikan karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban dan pencarian dinilai sudah tidak efektif,” jelas Joddy.
"Pukul 18.00 WIB dilakukan debriefing, unsur-unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih. Ops SAR diusulkan penutupan dan akan dibuka kembali jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," sambungnya.
Sementara itu yang menjadi kendala utama di lapangan adalah tidak adanya sinyal komunikasi di lokasi kejadian. Sedangkan untuk cuaca selama operasi terpantau cerah berawan.
Dengan dihentikannya operasi, Kantor SAR Padang mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Fokus pencarian selanjutnya diserahkan kepada warga dan pemerintah nagari setempat.*****