LIPO - Kendati terlihat perkasa di setiap lini, bukan berarti Prancis sempurna sepenuhnya. Tim Ayam Jantan memang memiliki kualitas apik dalam transisi cepat berkat banyaknya pemain dikaruniai sprint mumpuni. Namun ada harga yang harus mereka bayar di lini tengah.
Dalam skema permainan, lini tengah Prancis praktis hanya akan menyisakan ruang bagi dua gelandang double pivot . Deschamps biasanya memercayakan pos ini kepada duet Kouadio Kone dan Adrien Rabiot, atau opsi jangkar pada Aurelien Tchouameni.
Celah ini muncul karena di atas lapangan, Prancis kerap berubah menjadi formasi ultra-ofensif 4-2-4 yang cair, meskipun di atas kertas mereka menerapkan taktik konvensional 4-2-3-1. Keberadaan empat penyerang yang asyik di depan sering kali membuat ruang tengah lowong.
Kondisi ini wajib dieksploitasi Maroko jika ingin menuntaskan balas dendam mereka. Singa Atlas harus memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk berani menguasai bola dan mendikte permainan langsung dari koridor tengah lapangan.
Di sinilah daya juang Ayyoub Bouaddi akan menjadi sorotan utama. Pemain muda yang mencuri perhatian selama gelaran gempita bola dunia.
Bouaddi diketahui memiliki mobilitas gila. Wonderkid Lille ini berlari ke sana kemari tanpa henti seolah memiliki cadangan paru-paru.
Untuk memenangkan pertempuran di lini tengah, Ouahbi juga bisa sedikit menarik Brahim Diaz ke dalam. Pergerakan dinamis Diaz dari lini kedua akan sangat berguna untuk merusak fokus duet pivot Kone dan Rabiot.
Selain itu, Maroko masih memiliki Neil El Aynoui yang biasa dipasang bersama Bouaddi untuk menjaga keseimbangan. Jika membutuhkan sedikit perubahan taktik agar lebih agresif, Ouahbi bisa saja menempatkan gelandang senior Sofyan Amrabat sejak menit awal.
Kehadiran Amrabat lebih dini akan memberikan efek instan jika Maroko ingin membawa alur permainan cenderung melambat dan muncul di tengah. Ini adalah opsi logistik untuk memutus aliran bola vertikal Prancis sebelum menyentuh kaki Mbappe dkk.
Melalui perang taktik halus ini, benturan antara mogok menyerang Prancis dan kedisplinan penguasaan bola Maroko akan menjadi sajian utama. Ini bukan lagi soal siapa yang mencetak gol lebih dulu, melainkan siapa lebih jeli melihat momentum transisi.
Pertandingan ini sejatinya menjadi pembuktian sahih bagi generasi baru Maroko. Kemenangan akan menyejajarkan mereka di level elit dunia, sementara kekalahan hanya akan menegaskan dominasi absolut sepakbola Eropa atas Afrika.
Satu hal pasti, balas dendam membara dari semifinal Qatar 2022 hanya bisa dibayar lunas jika segenap penggawa Singa Atlas mampu mengeksploitasi ruang kosong di tengah pertahanan Prancis tanpa melakukan kesalahan sendiri.
Peluit panjang di Boston akan jadi Saksi. Apakah air mata kesedihan kembali tumpah di hadapan Mbappe, atau laga ini menjadi panggung auman tertinggi Singa Atlas kala sukses membayar lunas balas dendam yang belum tuntas.(***)