Edi Basri: Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa dan Tampung Hasil Pertanian Masyarakat

Edi Basri: Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa dan Tampung Hasil Pertanian Masyarakat
Edi Basri/f: lipo

PEKANBARU, LIPO - Ketua Komisi III DPRD Riau dari Fraksi Gerindra, Edi Basri, menilai keberadaan Koperasi Merah Putih akan memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik.

Menurutnya, keberadaan koperasi di tengah kota maupun di desa sama-sama memiliki peluang untuk berkembang. Yang menjadi penentu adalah sistem pengelolaannya.

"Kalau Koperasi Merah Putih, kita berbelanja berarti untuk kita sendiri untungnya. Tapi kalau yang berbentuk lain, keuntungannya untuk koperasi mereka. Jadi kita hanya mudah berbelanja saja, tetapi tidak memperoleh keuntungan lagi di belakangnya," ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.

Edi mengatakan pembangunan koperasi pada dasarnya disambut baik oleh masyarakat. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah desa yang belum siap karena terkendala ketersediaan lahan.

"Cuma kadang-kadang ada desa yang tidak siap karena tidak punya lahan lagi," katanya.

Di sisi lain, menurut Edi, terdapat desa-desa yang koperasinya sudah berkembang dengan baik. Karena itu, ia menilai program tersebut tinggal dikolaborasikan agar pembangunan infrastruktur ekonomi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Menurut saya ini tinggal dikolaborasikan saja supaya infrastruktur ekonomi jangan sampai melebihi daripada kebutuhan konsumen, disesuaikan saja," ungkapnya.

Ia menegaskan koperasi merupakan bagian penting dalam pembangunan perekonomian masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi infrastruktur ekonomi di setiap desa, baik sebagai penyedia kebutuhan pangan maupun sebagai penampung hasil produksi pertanian masyarakat.

"Yang jelas itu tadi, koperasi ini adalah bagian pembangunan perekonomian masyarakat. Supaya di setiap kelompok masyarakat, desa-desa itu semuanya mempunyai infrastruktur ekonomi, di mana ketersediaan pangan untuk masyarakat, dan sekaligus juga nanti sebagai penampung hasil-hasil produksi pertanian masyarakat," jelasnya.

Menurut Edi, program tersebut memiliki nilai tambah yang besar. Namun, ia memahami masih ada masyarakat yang merasa kaget karena belum terbiasa dengan konsep tersebut.

"Ini menurut saya pasti nilai plusnya luar biasa, cuman masyarakat kita ini kan kaget saja, belum terbiasa," katanya.

Karena itu, ia menilai ke depan diperlukan pendamping koperasi yang mampu memberikan edukasi dan semangat kepada masyarakat agar koperasi dapat berjalan secara optimal.

"Inilah butuhnya nanti sarjana-sarjana pendamping koperasi yang ke depan membawa semangat dalam hal itu tadi. Di samping penyedia kebutuhan pangan masyarakat, sisi lain akan menampung sumber-sumber hasil-hasil pertanian dari masyarakat. Kan bagus siklusnya itu," tuturnya.

Edi mengajak masyarakat melihat sisi positif dari program presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Kalau tidak ada riak, tidak mungkin. Namanya air kalau ada riak. Tapi jangan mengesampingkan ketenangan yang begitu luas," pungkasnya.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Koperasi

Index

Berita Lainnya

Index