PEKANBARU, LIPO - Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Jalan Teratai, Kecamatan Sukajadi, Kamis (2/4/2026).
Area parkir yang biasanya dipenuhi mobil pegawai tampak kosong tanpa satu pun kendaraan roda empat.
Kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan internal yang mengimbau seluruh ASN dan pegawai untuk tidak menggunakan mobil pribadi setiap hari Kamis.
Sebagai gantinya, pegawai diminta menggunakan sepeda motor atau transportasi umum saat berangkat kerja.
Kepala Bapenda Pekanbaru, Denny Muharpan, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program efisiensi energi sekaligus menekan biaya operasional.

"Ini bukan hanya soal penghematan energi sesuai arahan pemerintah, tetapi juga untuk mendorong efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan fasilitas," ujarnya.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi karbon, mengurangi kepadatan lalu lintas, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, program ini juga menjadi bentuk keteladanan Bapenda Pekanbaru dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi yang lebih berkelanjutan.
Diktakan, bahwa program Kamis Tanpa Mobil tidak hanya sekadar aturan internal, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan ramah lingkungan dan efisiensi energi.
“Setiap hari Kamis, seluruh pegawai Bapenda diimbau untuk tidak menggunakan mobil pribadi. Kami ingin membangun kesadaran bahwa penggunaan transportasi alternatif dapat membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara di Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan produktivitas pegawai. Dengan beralih menggunakan sepeda motor, berjalan kaki, atau transportasi umum, pegawai diharapkan menjadi lebih aktif secara fisik dan lebih sadar akan pentingnya gaya hidup sehat.
Pelaksanaan Kamis Tanpa Mobil terlihat mulai diterapkan secara disiplin oleh para pegawai Bapenda. Pada hari yang telah ditentukan, halaman parkir kantor tampak didominasi oleh sepeda motor, sementara penggunaan mobil pribadi mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Beberapa pegawai bahkan memilih menggunakan transportasi umum maupun layanan transportasi berbasis aplikasi untuk menuju kantor. Hal ini menunjukkan adanya perubahan kebiasaan yang mulai terbentuk di lingkungan kerja Bapenda Pekanbaru.
Kepala Bapenda menegaskan bahwa program ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan internal Bapenda tetapi juga dapat menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah lainnya di Kota Pekanbaru.
“Kami ingin menjadi contoh bahwa perubahan kecil di lingkungan kerja bisa memberikan dampak besar bagi lingkungan kota. Jika semua instansi melakukan hal serupa, maka pengurangan emisi dan kemacetan bisa lebih terasa,” jelasnya.
Selain mendukung aspek lingkungan, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran aparatur terhadap penggunaan energi secara bijak. Dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, diharapkan dapat tercipta budaya kerja yang lebih efisien dan peduli lingkungan.
Bapenda Pekanbaru juga mengaitkan program ini dengan semangat reformasi birokrasi yang menekankan pada perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur. ASN diharapkan tidak hanya fokus pada pelayanan publik, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Sejumlah pegawai mengaku mendukung kebijakan tersebut karena dinilai memberikan manfaat positif, baik dari segi kesehatan maupun efisiensi biaya transportasi. Mereka juga menilai program ini cukup efektif dalam membangun kebersamaan di lingkungan kerja.
Selain itu, kebijakan Kamis Tanpa Mobil juga dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan perkantoran, terutama pada jam masuk kerja. Dengan berkurangnya penggunaan mobil pribadi, arus kendaraan menjadi lebih lancar dan tertib.
Diharapkan program ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja ASN di Kota Pekanbaru. Ke depan, pemerintah daerah juga membuka peluang untuk memperluas konsep serupa ke instansi lain dengan penyesuaian kebijakan masing-masing.
Melalui penerapan Kamis Tanpa Mobil, Bapenda Pekanbaru menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, tetapi juga dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini menjadi salah satu langkah kecil yang diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup masyarakat Kota Pekanbaru secara keseluruhan.(adv)