Gantikan Ayahnya, Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran?

Gantikan Ayahnya, Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran?
Mojtaba Khamenei/ist

LIPO - Laporan mengejutkan datang dari media oposisi Iran yang menyebut putra Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah terpilih untuk menggantikan ayahnya.

Menurut laporan Iran International yang dikutip pada Selasa 3 Maret 2026, Mojtaba Khamenei (56) disebut telah ditunjuk oleh Majelis Pakar Iran untuk mengambil alih kendali negara.

Namun hingga kini, kabar tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Iran. Meski demikian, laporan itu langsung ramai diberitakan sejumlah media Israel dan memicu spekulasi luas di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Sebelumnya, Mojtaba sempat dilaporkan termasuk di antara 40 tokoh senior yang tewas dalam serangan Sabtu lalu—serangan yang disebut menewaskan sejumlah ulama berpangkat tinggi Iran. Informasi simpang siur ini semakin mempertegas ketidakjelasan situasi politik di Teheran.

Isu suksesi mencuat setelah beredar pertanyaan besar mengenai siapa yang akan menggantikan Khamenei senior—tokoh sentral yang selama beberapa dekade memimpin Iran dengan garis keras dan agenda anti-Barat yang kuat.

Mojtaba dikenal sebagai figur yang sangat loyal pada pandangan konservatif ayahnya. Ia disebut memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kekuatan militer elite yang menjadi tulang punggung rezim.

Meski tidak memiliki jabatan resmi dalam struktur pemerintahan ayahnya, Mojtaba tetap masuk daftar sanksi Amerika Serikat pada 2019.

Jika benar terjadi, pengangkatan Mojtaba dinilai mengejutkan. Iran selama ini menolak konsep suksesi keluarga dalam kepemimpinan negara, terutama sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Iran dilaporkan berada di bawah kendali dewan beranggotakan tiga orang yang dipimpin dua loyalis utama Khamenei yang selamat dari serangan. Spekulasi mengenai perebutan kekuasaan pun semakin liar.

Situasi keamanan juga memburuk. Serangan rudal dilaporkan terus menghantam berbagai wilayah, sementara Iran membalas dengan roket dan drone yang menyasar kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Belum ada pernyataan resmi dari Teheran terkait klaim pengangkatan Mojtaba. Namun jika kabar ini terkonfirmasi, Iran bisa memasuki babak baru: peralihan kekuasaan paling sensitif sejak Revolusi 1979—dan kemungkinan lahirnya dinasti politik di jantung Republik Islam.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Preisden Iran

Index

Berita Lainnya

Index