12 Siswa Keracunan Usai Santap MBG, Dapur SPPG KM 6 Garuda Sakti Kena Sanksi Suspend

12 Siswa Keracunan Usai Santap MBG, Dapur SPPG KM 6 Garuda Sakti Kena Sanksi Suspend
Salah satu siswa mendapatkan perawatan diduga usai santap MBG/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban. Kali ini 12 siswa SDN 44 Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG yang disuplai Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) KM 6 Garuda Sakti.

Buntut kejadian tersebut, dapur penyedia itu langsung dikenai sanksi tegas. Operasionalnya dihentikan sementara.

"Kepada SPPG langsung diberikan sanksi suspend," tegas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sumbagteng, Syartiwidya kepada awak media riau, Jumat (9/10/2026).

Suspend berarti dapur SPPG KM 6 Garuda Sakti dilarang total beroperasi menyuplai MBG selama masa sanksi. Namun hingga kini belum ada kejelasan, apakah penghentian ini bersifat sementara atau permanen, dan kapan dapur tersebut boleh kembali beroperasi.

Kepala SDN 44 Karya Indah, Iwan Saepudin, membenarkan dapur tersebut memang selama ini menjadi pemasok MBG di sekolahnya. Ia menyebut pihak sekolah tak mau ambil risiko dan memilih mencari penyedia baru.

"Kemungkinan kita ganti," kata Iwan singkat.

Insiden keracunan itu terjadi pada Selasa (6/10/2026). Sesaat setelah mengkonsumsi MBG, belasan siswa mengeluh gatal dan mual. Beberapa bahkan harus dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru untuk pemeriksaan intensif.

Pihak sekolah sebelumnya belum berani menyimpulkan penyebab pasti gejala tersebut. Namun jumlah korban yang mencapai 12 anak dalam waktu bersamaan menguatkan dugaan ada masalah pada makanan.

Beruntung, kondisi seluruh siswa kini sudah pulih.

"Kondisi anak-anak alhamdulilah sudah pulih semua. Hari Selasa itu juga langsung pulang semua. Tidak ada yang dirawat sampai 2 hari di rumah sakit," ujar Iwan.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#MBG

Index

Berita Lainnya

Index