PEKANBARU, LIPO - Kabut asap masih berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah Riau pada Minggu (4/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan udara kabur akibat asap terjadi mulai siang hingga malam hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, pada pagi hari kondisi udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di sebagian Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis dan Pelalawan.
Memasuki siang, potensi kekaburan udara akibat asap masih tinggi. Pada periode ini, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian Kampar, Siak, Kepulauan Meranti dan Bengkalis.
"Kondisi udara berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke)," ujar Elisa, Minggu pagi.
Pada sore hingga malam hari, asap masih bertahan. Bersamaan dengan itu, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur 11 wilayah yakni Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir dan Kota Dumai.
Sementara dini hari, udara kembali diprakirakan kabur hingga cerah berawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kota Dumai pada pagi, siang, sore hingga malam.
Suhu udara Riau hari ini diprakirakan 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 km per jam. Tinggi gelombang di perairan Riau 0,5–1,25 meter atau kategori rendah.
Pantauan hotspot pukul 23.00 WIB menunjukkan ada 2.471 titik panas di Sumatera. Terbanyak di Sumatera Selatan 1.820 titik, Bangka Belitung 408 titik, Lampung 126 titik, Jambi 46 titik, serta Sumatera Utara, Kepri, dan Bengkulu masing-masing di bawah 5 titik.
Khusus Riau, terdeteksi 61 titik panas. Sebaran terbanyak di Indragiri Hilir 51 titik, Pelalawan 8 titik, dan Kuantan Singingi 2 titik.
BMKG berharap peluang hujan di sejumlah wilayah dapat membantu memperbaiki kualitas udara yang masih diselimuti kabut asap.*****