PEKANBARU, LIPO - Kota Pekanbaru diterpa gelombang gangguan keamanan dalam dua hari terakhir. Dari begal sadis yang membacok mahasiswa, perampasan ponsel bersenjata api, hingga tawuran puluhan orang di jalan protokol, semuanya terjadi dalam rentang 23-26 September 2026 dan videonya viral di media sosial. Warga pun resah, terutama yang beraktivitas malam hingga dini hari.
Aksi paling sadis terjadi Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Kaharuddin Nasution. Seorang mahasiswa yang sedang perjalanan dari Marpoyan menuju Panam terpaksa berteduh di warung karena hujan deras.
Dua pelaku mengendarai Honda Vario abu-abu datang berpura-pura ikut berteduh. Satu pelaku bertubuh tinggi-gemuk, satunya tinggi-kurus. Setelah berbincang santai, keduanya memaksa korban menyerahkan kunci motor dan ponsel.
Saat melawan, korban disabet senjata tajam di tangan, kepala, dan kaki hingga roboh bersimbah darah. Pelaku kabur membawa Honda Beat Street BM 5044 DBB dan HP Samsung milik korban. Korban kini masih dirawat intensif.
Tiga hari berselang, Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.00 WIB, aksi perampasan terjadi di Jalan Mustafa Yatim, Marpoyan Damai.
Dua pelaku berboncengan Yamaha NMAX hitam merampas dua ponsel korban. Dalam unggahan viral akun Instagram @riau_asik, salah satu pelaku diduga membawa senjata api dan sempat melepaskan tembakan hingga peluru menembus pintu rumah warga. Suara tembakan di permukiman dini hari itu membuat warga panik.
Di hari yang sama, Sabtu (26/9) bentrokan massal pecah di Jalan HR Soebrantas, Panam.
Rekaman video memperlihatkan puluhan pria saling serang menggunakan balok kayu, bambu, dan benda tumpul di tengah jalan raya. Aksi ini memicu kemacetan panjang dan ketakutan pengendara yang melintas.
Hingga kini penyebab bentrokan dan jumlah korban luka masih diselidiki polisi.
Rentetan kejadian ini menjadi alarm bahaya. Warga diminta lebih waspada, hindari area sepi malam hari, dan polisi didesak meningkatkan patroli malam di titik rawan Kaharuddin Nasution, Marpoyan Damai, dan HR Soebrantas Panam.*****