PEKANBARU, LIPO - DPRD Riau terus melakukan pembahasan intensif terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2027. Ketua DPRD Riau Kaderismanto mengatakan dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), muncul usulan agar dilakukan penyesuaian pos-pos belanja, terutama untuk memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan.
Kaderismanto, mengungkapkan bahwa dari APBD murni yang ditetapkan sekitar Rp10 triliun, hak provinsi sebenarnya hanya sekitar Rp7,4 hingga Rp7,5 triliun. Pasalnya, belanja transfer mencapai Rp2,5 triliun, yang berasal dari berbagai opsi pajak seperti pajak BBM, PBBKB, dan pajak kendaraan bermotor.
"Kalau APBD murni kita naik Rp10 triliun, itu bisa. Tapi karena belanja transfer sangat besar, hak provinsi hanya sekitar Rp7,4 triliun. Itulah yang harus kita bagi dengan bijak," ujar Kaderismanto kemarin.
Untuk itu Ia menekankan bahwa belanja harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. DPRD bersama Banggar mendorong agar porsi pembangunan untuk masyarakat tetap terakomodir, terutama pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang banyak rusak.
"Jembatan di Meranti sampai hari ini belum bisa diperbaiki, padahal itu akses ekonomi masyarakat. Kalau kita tidak berhemat dan menetapkan belanja sesuai kebutuhan, pembangunan tidak akan jalan," tegas politisi PDI-P ini.
Terkait belanja pegawai, Kaderismanto menjelaskan bahwa pos tersebut tidak hanya untuk TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), tetapi juga mencakup tunjangan guru dan sertifikasi. Ia menyerahkan penyesuaian pos-pos anggaran kepada TAPD agar struktur anggaran menjadi sehat dan adil.
"Kami minta TAPD melakukan penyesuaian. Jangan sampai porsi pembangunan tidak ada. Minimal 30 persen, idealnya 40 persen untuk infrastruktur, tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan," jelasnya.
DPRD Riau tambahnya berharap dengan penyesuaian ini, APBD 2027 dapat mengakomodir semua kepentingan, terutama pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat. "Struktur anggaran harus sehat, pos-posnya adil, dan semuanya bisa terlaksana," pungkasnya.*****