PEKANBARU, LIPO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Riau masih berpotensi diguyur hujan sepanjang Jumat (11/9/2026). Meski jumlah titik panas mengalami penurunan signifikan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S., menyebutkan kondisi tersebut berpotensi terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.
Menurutnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sudah mulai berpeluang turun sejak pagi hari di beberapa wilayah Riau. Kondisi itu kemudian diperkirakan berlanjut secara bergantian hingga siang, sore, malam, bahkan dini hari.
Pada periode siang hingga sore, hujan diprakirakan terjadi di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Dumai, Indragiri Hulu dan Pekanbaru. Sementara pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah daerah seperti Siak, Rokan Hilir, Indragiri Hulu dan Pekanbaru.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada beberapa wilayah Riau,” kata Gita dalam laporan prakiraan cuaca harian BMKG.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 50–100 persen. Kecepatan angin diprakirakan berada pada rentang 10 hingga 40 kilometer per jam dari arah tenggara hingga barat.
Sementara itu, kondisi perairan Riau masih relatif aman. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Di tengah potensi hujan yang masih tinggi, jumlah hotspot di Riau justru menunjukkan penurunan cukup tajam. Hingga pukul 23.00 WIB, terpantau sebanyak 123 titik panas, turun 194 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 317 titik.
Sebaran hotspot terbanyak masih berada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 100 titik. Kemudian diikuti Indragiri Hilir sembilan titik, Kepulauan Meranti enam titik, Bengkalis lima titik, Pelalawan dua titik, dan Kampar satu titik.
Secara keseluruhan, Pulau Sumatera mencatat 1.490 hotspot. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi mencapai 886 titik, disusul Bangka Belitung 211 titik, Lampung 131 titik, Jambi 97 titik, Kepulauan Riau 27 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Sumatera Barat empat titik, dan Bengkulu dua titik.(***)