Karhutla 10 Hektare di Tembilahan Mulai Terkendali, Tim Gabungan Fokus Pendinginan

Karhutla 10 Hektare di Tembilahan Mulai Terkendali, Tim Gabungan Fokus Pendinginan
Tim BPBD Inhil saat melakukan pendinginan

LIPO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Parit 17 hingga Parit 19, Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mulai berhasil diatasi.

Kebakaran yang melanda lahan gambut pada Jumat (28/8/2026) tersebut sebelumnya sempat mengancam permukiman warga. Areal yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare, dengan titik kebakaran terdekat berjarak sekitar 30 hingga 50 meter dari rumah penduduk.

Tim gabungan bersama masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke arah permukiman. Setelah dilakukan penanganan secara intensif, kobaran api kini mulai dapat dikendalikan.

Meski api telah berhasil diatasi, petugas masih harus bekerja melakukan pendinginan di sejumlah bagian lahan yang terbakar. Langkah ini dinilai penting karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara tetap bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali memunculkan titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R Arliansyah Kabid Kedaruratan dan Logistik Ahmad Bahrin mengatakan, kondisi di lokasi saat ini sudah mulai terkendali. Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Menurutnya, kondisi gambut yang kering serta minimnya sumber air menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian lahan yang masih menyimpan bara di bawah permukaan.

“Tim di lapangan juga terus memperkuat penyekatan pada area yang terbakar. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar sisa bara tidak kembali memicu kebakaran dan menjalar ke kawasan yang belum terbakar,” ujar Ahmad Bahrin saat dikonfirmasi awak media di lokasi karhutla, Sabtu 29 Agustus 2026.

Sebelumnya, warga setempat turut membantu petugas dalam proses pemadaman. Kedekatan lokasi kebakaran dengan rumah penduduk membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan berlangsung.

Hingga Jumat malam, petugas bersama masyarakat masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan pemantauan secara berkala.

Warga di sekitar kawasan kebakaran juga diimbau tetap waspada, mengingat bara yang berada di dalam lapisan gambut dapat kembali memunculkan api meski kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan.*****

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index