ISPU Pekanbaru Sempat Berbahaya, Pemko Pertimbangkan Sekolah Daring Lagi

ISPU Pekanbaru Sempat Berbahaya, Pemko Pertimbangkan Sekolah Daring Lagi
Wako Pekanbaru Agung Nugroho/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru hingga Selasa (25/8/2026) siang. Kualitas udara di ibu kota Riau itu masih bertahan di kategori tidak sehat.

Kondisi paling parah terjadi Selasa pagi. Berdasarkan data alat pemantau Kementerian Lingkungan Hidup di Kantor Kecamatan Tenayan Raya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Pekanbaru sempat masuk kategori berbahaya.

Memburuknya kualitas udara membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mempertimbangkan untuk melanjutkan kebijakan pembelajaran dari rumah.

Sehari sebelumnya, Senin (24/8/2026), seluruh peserta didik di Pekanbaru telah menjalani belajar daring akibat kabut asap.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut situasi saat ini sudah mengkhawatirkan. Pemko akan menggelar rapat Selasa sore untuk memutuskan kebijakan kegiatan belajar mengajar selama kabut asap masih terjadi.

"Kalau melihat situasi sudah parah saat ini," kata Agung.

"Kita akan rapat pada sore ini, kita segera sampaikan seperti apa kebijakan pembelajaran bagi peserta didik," ujarnya.

Agung belum memastikan apakah Pemko akan menaikkan status penanganan bencana. Keputusan itu masih menunggu perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap di lapangan.

Saat ini Kota Pekanbaru masih berstatus Siaga Darurat Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut). Status tersebut ditetapkan sejak Mei 2026 dan berlaku hingga 30 November 2026.

Penetapan status itu merupakan langkah antisipasi terhadap ancaman karhutla. Kini kabut asap akibat kebakaran lahan kembali berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat, termasuk sekolah.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Karhutla

Index

Berita Lainnya

Index