PEKANBARU, LIPO – Warga Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di area kebun kelapa sawit, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban diketahui bernama Rusli (55), seorang petani asal Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Kasatreskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi mengatakan, penemuan tersebut berawal ketika seorang buruh tani, Dariyanto (52), yang hendak memanen sawit melihat tubuh korban tergeletak terlentang di bawah pohon kelapa sawit.
"Menyadari adanya kejanggalan, ia segera memberitahukan rekannya, Budi Prianto (32), sebelum akhirnya informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian," kata Bayu, Senin (6/7/2026).
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Bunut bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pelalawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pada bagian leher, tangan, badan, hingga kaki korban tidak ditemukan luka maupun bekas kekerasan. Kondisi tubuh sudah mengalami pembusukan lanjut, ditandai perubahan warna kulit menjadi hitam kehijauan serta pengelupasan kulit,” ungkapnya.
Selain itu, sepeda motor milik korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi jasad, tepatnya di jalan setapak dalam area kebun.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya sempat meninggalkan rumah sejak Kamis (2/7/2026) setelah terlibat pertengkaran dengan istrinya terkait masalah ekonomi.
Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa korban pernah beberapa kali mengutarakan niat untuk mengakhiri hidupnya, meski selalu dicegah.
Dari hasil analisa sementara, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Namun demikian, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk segera memakamkan jenazah.
Usai dilakukan olah TKP dan pemeriksaan, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Sungai Sadak, Desa Terbangiang, untuk dikebumikan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.