SIAK, LIPO – Perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur, Kabupaten Siak, Riau, resmi dimulai.
Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP Riau menggandeng 24 perusahaan swasta untuk mempercepat penanganan.
“Dinas PUPR-PKPP Riau menangani sepanjang 1 kilometer dari total kerusakan. Sisanya kami menggandeng pihak swasta,” ujar Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau Zulfahmi, Minggu (28/06/26)
Mengingat ruas ini jalur mobilitas industri sawit, kayu, dan logistik pelabuhan dari kawasan industri Perawang ke jalur lintas timur, perbaikan dilakukan dengan konstruksi rigid pavement atau pengerasan kaku. Tujuannya agar jalan lebih tahan beban berat dan minim kerusakan berulang.
Sementara, perusahaan yang terlibat berasal dari sektor migas, perkayuan, sawit, dan transporter. Di antaranya PHR, Pelindo, Indah Kiat, Arara Abadi, Riau Andalan Pulp and Paper, PTPN IV, dan lainnya.
Dimana, ke-24 perusahaan dibagi menjadi 4 klaster, masing-masing bertanggung jawab atas perbaikan 700 meter, yaitu:
Klaster Migas, koordinator PT PHR, mulai kerja Agustus 2026, dengan target 500 meter.
Klaster Perkayuan, koordinator PT Arara Abadi, mulai kerja Oktober 2026, dengan target 500 meter
Klaster Sawit, koordinator PT Surya Inti Raya, mulai kerja Oktober 2026, dengan target 700 meter.
Dan Klaster Transporter, koordinator PT Pelindo, mulai kerja Oktober 2026, dengan target 700 meter.
Untuk 2026, Klaster Migas akan kerjakan 500 meter dan Klaster Perkayuan 500 meter. Sisa 200 meter tiap klaster dilanjutkan tahun depan.
Pengerjaan oleh Dinas PUPR-PKPP Riau sudah dimulai sejak Juni 2026 dari STA 0+100 setelah exit tol. Target tuntas Desember 2026 dengan panjang total 3,4 kilometer. Sisanya dikerjakan 2027.
Anggaran untuk 1 km rigid beton mencapai Rp10 miliar. Total investasi 24 perusahaan untuk seluruh perbaikan ditarget Rp28 miliar.
“Kita memang mengharapkan kolaborasi seperti itu. Terima kasih kepada perusahaan yang telah bekerja sama. Ke depan akan terus kita tingkatkan,” kata Zulfahmi.*****