'Qurban Tak Semahal Rokok Mu Paak', Refleksi Qurban Alumni Angkatan 2001 MAN Teluk Kuantan

'Qurban Tak Semahal Rokok Mu Paak', Refleksi Qurban Alumni Angkatan 2001 MAN Teluk Kuantan
Angkatan 2001 MAN sebanyak 11 alumni mengikuti ibadah qurban/ist

LIPO - Qurban itu mahal, iya memang mahal. Pengakuan lugas Khatib Idul Adha di Masjid Sya’diyah Kecamatan Benai itu membuat saya terperangah dan lebih fokus mendengar khutbah.

 “Tapi…ujar nya melanjutkan, “Semahal-mahalnya qurban jika dihitung secara jujur penuh iman dan kepedulian, maka sebenarnya biaya qurban itu tidak sebanding dengan biaya rokok Bapak-bapak, biaya paket pulsa anak-anak kita, biaya COD dan skin care Ibu-ibu, apalagi biaya kredit Honda Scoopy apalagi NMAX”

Wow penjelasan nya mengena sekali. Saya tersenyum kecut sambil menggumam “padam juga awak sama Pak Khatib nih, gasak. Wajarlah Pak Khatib konon katanya diundang khusus dari Pekanbaru kaan?”
 
Selesai khutbah dan bersalaman dengan Pak Khatib saya coba pencet-pencet kalkulator di HP. Astagaaa tenyata qurban itu hanya Rp 43 ribu per minggu alias Rp 6 ribu per hari, masyaAllah ini sungguh jumlah yang receh sebenarnya bagi kita semua. Tapi mungkin selama ini kita jarang menghitung dengan jujur yaa, iya kaan? Rokok bapak-bapak Rp 40 ribu per bungkus, sehari bisa habis 2-3 bungkus, belum lagi kredit Honda Scoopy Rp 1.500 ribu se bulan. Artinya kurang dari 2 bulan sebenarnya qurban sudah lunas nas nas.

Prinsip di atas sepertinya sudah khatam oleh Alumni Angkatan 2001 MAN Teluk Kuantan (Kini MAN 1 Kuantan Singingi). Bagaimana tidak? Sudah berjalan 2 tahun ini alumni yang tersebar di beberapa kota, baik di Kuansing, Pekanbaru, Batam Kepulauan Riau, bahkan ada yang di Ibu Kota Jakarta, sama-sama membangun asa, meski sedikit tapi yang penting berinisiatif peduli terhadap almamater, mulai dari reuni sejak 2019, gerakan membantu kegiatan ekstrakurikuler, pemberian hampers/bingkisan lebaran kepada guru, sampai kepada qurban tahunan alumni.

Rabu 27 Mei 2026 pas di Hari Raya Idul Adha 1447 H, mewakili Angkatan 2001 MAN sebanyak 11 alumni mengikuti ibadah qurban dengan menjadi peserta di Desa Ujung Tanjung Kenegerian Siberakun Kecamatan Benai Kuantan Singingi. Alhamdulillah 2 ekor kobau (kerbau) berukuran besar berlabel alumni MAN disembelih untuk dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. 

Ujung Tanjung dipilih bukan karena kriteria khusus, tapi menurut Winda Sundari salah seorang alumni yang tinggal di Pekanbaru, Panitia qurban nya kooperatif, solutif serta sangat-sangat amanah. Apalagi komposisi pembagian daging yang sangat proporsional, sekitar 20% distribusi daging untuk peserta qurban, 30% didelivery ke MAN 1 Kuansing, dan sisanya 50% dibagikan kepada faqir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

Saat menerima daging qurban, mewakili Kepala MAN, Waka Bidang Kurikulum MAN 1 Kuansing, Depita Engriani, S.Ag. M.Pd. menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian alumni. “Terimakasih banyak Nak, Bunda mendoakan agar semua alumni semakin sukses dan barokah rezekinya.” Ujar Sang Pilot HIMPAUDI Kuansing ini haru.

Ketika belajar di MAN. Foto diambil pada 1999/ist

Keasyikan bercerita sambal makan guajik made in Bu Guru Tercinta saya hampir lupa, bahwa masih banyak daging yang harus didistribusikan ke Muara Lembu, Singingi, dan Pekanbaru. “Izin pulang yo Bunda, doakan kami alumni konsisten bisa berbagi bersama keluarga besar MAN 1 Kuantan Singingi. Kami sayang guru dan almamater kami, We love you all.” Barakallah.(***)

Beringin Taluk Kuantan, 27 Mei 2025

Cucuang Tuak Leman
Alumni Angkatan 2001 MAN Teluk Kuantan

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Kurban

Index

Berita Lainnya

Index