PEKANBARU, LIPO - Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus dimatangkan.
Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Inhu-Kuansing, Zulhendri, menyebut sejumlah infrastruktur dasar hingga teknis pelaksanaan kini tengah dikerjakan.
Zulhendri menjelaskan, untuk infrastruktur dasar seperti pendopo utama kegiatan, saat ini sudah dalam tahap pengerjaan di lokasi lapangan utama.
“Untuk infrastruktur dasar, termasuk pendopo, saat ini sedang dikerjakan di lapangan jalur,” ujarnya di DPRD Riau, Senin 4 Mei 2026.
Sementara itu, untuk akses jalan, ia menyebut sebagian besar sudah mulai ditangani, terutama yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Menurutnya, ruas jalan dari Pekanbaru menuju wilayah Kuansing merupakan jalan nasional dan kini sudah dalam proses pengerjaan.
“Jalan dari Pekanbaru menuju lokasi itu merupakan jalan nasional dan saat ini sudah mulai dikerjakan,” jelasnya.
Sedangkan untuk jalan provinsi, khususnya ruas dari Indragiri Hulu menuju Kuansing, kondisinya baik meski masih ada beberapa titik yang perlu perhatian.
“Untuk jalan provinsi dari Indragiri Hulu ke Kuansing memang belum semuanya dikerjakan, tapi kerusakannya tidak terlalu banyak,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Zulhendri juga menyoroti konsep pelaksanaan pawai MTQ yang tahun ini direncanakan berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya pawai dilaksanakan di darat sebelum pembukaan, tahun ini muncul gagasan baru dengan memanfaatkan jalur sungai.
“Pawai MTQ yang biasanya dilakukan sebelum pembukaan, kini diusulkan dilaksanakan di sungai. Setiap kabupaten nantinya menggunakan satu jalur perahu,” ungkapnya.
Ia menilai konsep tersebut sebagai inovasi yang menarik, namun tetap harus diantisipasi dari sisi keselamatan. Menurutnya, penggunaan jalur sungai memerlukan pengamanan ekstra mengingat tidak semua peserta memiliki kemampuan berenang.
“Kita mengingatkan karena ini di sungai, tentu faktor keselamatan harus menjadi perhatian. Harus melibatkan tim seperti BPBD dan Basarnas untuk pengawalan,” tegasnya.
Zulhendri juga mengingatkan agar seluruh peserta dilengkapi dengan alat keselamatan seperti pelampung, serta mendapatkan pengawalan dari masing-masing BPBD kabupaten/kota. Hal ini penting untuk mengantisipasi risiko kecelakaan di air, seperti perahu karam yang dapat menimbulkan korban.
“Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Pengamanan harus maksimal, termasuk penggunaan pelampung dan pengawalan oleh BPBD masing-masing daerah,” katanya.
MTQ Provinsi Riau tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni hingga 3 Juli, dengan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah.*****