PEKANBARU, LIPO — Memasuki April yang menjadi fase awal kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polda Riau meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya sinyal kuat fenomena super El Niño yang diprediksi memberi dampak besar sepanjang 2026.
Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan memberikan perhatian khusus terhadap potensi peningkatan karhutla tahun ini. Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan harus dimulai sedini mungkin, sebelum api menimbulkan kerusakan luas.
“Potensi tahun ini tidak bisa dianggap biasa. Seluruh jajaran harus bergerak lebih awal, mengedepankan pencegahan sebelum kebakaran terjadi,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Fenomena El Niño kuat kerap memicu kekeringan ekstrem, seperti yang terjadi pada periode 1997–1998 ketika kebakaran melanda sekitar 10–11 juta hektare lahan di Indonesia dan menyebabkan kabut asap parah.
Ahli kebakaran hutan, Bambang Hero Saharjo, mengingatkan bahwa pola super El Niño 2026 berpotensi menyebabkan durasi karhutla lebih panjang.
“Melihat pola sebelumnya, kebakaran bisa mulai sejak pertengahan tahun dan berlanjut hingga tahun berikutnya. Artinya durasi lebih panjang, intensitasnya pun dapat meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa daerah gambut akan menjadi kawasan paling rentan apabila sarana dan prasarana penanggulangan tidak disiapkan secara optimal.
Sejumlah wilayah dengan bentang gambut luas diprediksi menjadi titik rawan, termasuk sejumlah daerah pesisir di Provinsi Riau. Kondisi gambut yang mudah kering dan sulit dipadamkan menjadi tantangan tersendiri di musim kemarau.
Kapolda Riau menegaskan bahwa langkah pencegahan terpadu harus segera dimaksimalkan. Polda Riau mendorong beberapa upaya strategis, antara lain patroli terpadu dan deteksi dini hotspot, optimalisasi serta perawatan seluruh sarana dan prasarana pemadaman, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran dan penguatan sinergi lintas sektor dengan TNI, BPBD, dan pemerintah daerah.
“Jangan sampai kita mengulang kejadian besar. Pencegahan adalah kunci utama,” tegas Herry Heryawan.
Dengan sinyal super El Niño yang terus menguat, tahun 2026 dinilai menjadi ujian penting bagi kesiapsiagaan seluruh pihak. Kampanye pencegahan yang dimulai April ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan memperkuat langkah mitigasi sejak dini.
“Kita harus lebih siap dari sebelumnya. Lebih baik mencegah daripada menghadapi dampak kabut asap yang luas,” tutup Kapolda.(***)