Pekanbaru, LIPO – Kepolisian Daerah (Polda) Riau secara resmi melepas keberangkatan peserta program Mudik Kebangsaan rute Pekanbaru menuju Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Selasa (17/3/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mapolda Riau ini terselenggara atas kolaborasi Polda Riau bersama organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus.
Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia. Menurutnya, mudik menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga nilai-nilai kekeluargaan, serta memperkuat identitas sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Mudik adalah refleksi dari nilai kebersamaan dan penghormatan kepada keluarga. Ini menjadi momen penting yang selalu dinantikan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada musim mudik 2026 mencapai sekitar 143,91 juta orang atau lebih dari separuh populasi Indonesia. Tingginya mobilitas tersebut diperkirakan akan berdampak pada lonjakan aktivitas transportasi di berbagai jalur utama.
Untuk mendukung kelancaran program ini, Polda Riau menyiapkan empat unit bus yang terdiri dari dua bus besar dan dua bus kecil dengan total kapasitas sekitar 140 penumpang. Para pemudik diberangkatkan ke sejumlah daerah tujuan, di antaranya Bukittinggi dan Solok di Sumatera Barat, serta Rantau Prapat dan Padang Sidempuan di Sumatera Utara.
Hengki menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan serta menjamin keamanan masyarakat selama periode mudik. Selain itu, pengamanan juga diperkuat melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 yang difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pemudik.
Sementara itu, Ketua Umum PW SEMMI Riau, Ihkram Mulya, menyebut program Mudik Kebangsaan sebagai agenda tahunan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat, khususnya mahasiswa. Ia menilai kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan kepolisian menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang nyata.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Program ini bukan hanya membantu masyarakat pulang kampung, tetapi juga menjadi ladang amal karena kita ikut memastikan mereka bisa mudik dengan aman dan nyaman,” katanya.
Ia menyebutkan, total peserta mudik tahun ini mencapai sekitar 160 orang. Dengan pengawalan dari pihak kepolisian, para pemudik diharapkan dapat tiba di kampung halaman dengan selamat.
Acara pelepasan berlangsung tertib dan lancar, ditandai dengan pengibaran bendera start sebagai simbol keberangkatan rombongan bus pemudik. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, TNI, instansi vertikal, hingga lembaga terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini, Polda Riau mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga keselamatan berlalu lintas selama musim mudik dengan mengedepankan tertib, disiplin, dan saling menghormati di jalan raya.(***)