PEKANBARU, LIPO – Manajemen Tempat Hiburan Malam (THM) Paragon akhirnya buka suara terkait viralnya video yang memperlihatkan sekelompok waria mengikuti kontes kecantikan di dalam room KTV.
Pihak manajemen mengakui kecolongan dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat.
Manajer Operasional Paragon, Hafiz, menjelaskan bahwa kehadiran waria tersebut tidak terdeteksi sejak awal karena mereka tidak datang secara berkelompok. Selain itu, kegiatan tersebut berlangsung relatif singkat, hanya sekitar dua jam.
“Mereka tidak masuk bergerombolan. Kegiatan itu juga hanya berlangsung sekitar dua jam, sehingga tidak terpantau sejak awal oleh manajemen,” ujar Hafiz, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, kegiatan yang viral tersebut sebenarnya merupakan acara ulang tahun yang dikemas dalam bentuk lomba kostum terbaik.
Namun, dari banyaknya peserta dan pengunjung yang hadir di lokasi, sorotan kamera justru tertuju pada kelompok waria tersebut hingga memicu reaksi publik.
“Di dalam saat itu cukup ramai. Ketika mereka direkam, yang terlihat dan disorot hanya mereka saja, padahal banyak pengunjung lain,” jelasnya.
Hafiz menegaskan bahwa pihak pengelola selama ini memiliki aturan ketat terkait pengawasan tamu. Bahkan, secara prinsip, pihak keamanan biasanya melarang waria untuk masuk ke area pusat perbelanjaan.
“Pengawasan pengunjung sebenarnya ketat. Biasanya, yang seperti itu tidak diperbolehkan masuk. Namun kali ini kami akui ada kelengahan,” katanya.
Pasca kejadian tersebut, manajemen Paragon langsung memanggil seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi internal guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Atas nama manajemen Paragon, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ke depan, pengawasan akan kami perketat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Saat ini, THM tersebut sudah disegel oleh Pemko Pekanbaru menyusul beredarnya video yang memperlihatkan kontes kecantikan waria dan membuat kegaduhan ditengah masyarakat.(***)