Polres Kampar Selidiki Dugaan Kekerasan Antar Santri di Pondok Pesantren

Polres Kampar Selidiki Dugaan Kekerasan Antar Santri di Pondok Pesantren
Ilustrasi/foto.int

PEKANBARU, LIPO,- Kasus dugaan kekerasan terhadap santri kembali mencuat di Kabupaten Kampar, Riau. Peristiwa tersebut diduga terjadi di Pondok Pesantren Imam Dzahabi yang berlokasi di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, dan kini tengah ditangani aparat kepolisian.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan antar santri yang telah masuk ke Polres Kampar. Laporan tersebut diterima polisi sekitar sepekan setelah kejadian berlangsung.

“Laporannya sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap pendalaman. Kejadiannya sekitar seminggu yang lalu,” ujar AKBP Boby saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).

Menurut AKBP Boby, hingga kini pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi untuk mengungkap kronologi peristiwa tersebut. Pemeriksaan masih terus berlanjut mengingat kasus ini melibatkan anak di bawah umur.

“Sampai sekarang baru tiga saksi yang kita periksa. Prosesnya masih berjalan karena terduga pelaku merupakan anak di bawah umur,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, termasuk melengkapi administrasi penyidikan serta hasil visum terhadap korban.

“Kita lengkapi dulu semua prosedurnya, termasuk visum. Kejadiannya juga sudah sekitar seminggu lalu, jadi kalau disebut korban sampai babak belur itu tidak benar. Intinya, kasus ini sudah ditangani dan fokus kami saat ini adalah pemeriksaan saksi-saksi,” tegas AKBP Boby.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna memastikan fakta yang sebenarnya serta menjamin proses hukum berjalan sesuai ketentuan, terutama karena melibatkan anak-anak.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

Berita Lainnya

Index