Viral Tudingan Anggota DPRD Meranti, NasDem Riau Buka Suara terkait Isu Viral

Jumat, 18 September 2026 | 18:46:24 WIB
Ketua Bappilu NasDem Riau, Dedi Harianto Lubis /lipo

PEKANBARU, LIPO— NasDem Riau akhirnya angkat bicara terkait polemik kematian seorang pria berinisial MA (26) yang sempat viral di media sosial. Partai menegaskan, peristiwa tersebut tidak memiliki kaitan dengan kader NasDem maupun unsur tindak pidana.

MA diketahui sempat ditemukan tak sadarkan diri di salah satu kamar Hotel Evo Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) dini hari. Ia sempat mendapat pertolongan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kematian MA kemudian menjadi sorotan publik setelah beredar poster digital di media sosial, khususnya TikTok, yang mengaitkan peristiwa itu dengan seorang anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Partai NasDem, Lianita Muharni.

Dalam poster tersebut, muncul tudingan serius yang menyebut adanya keterkaitan antara korban dan Lianita, termasuk dugaan pertemuan di kamar hotel hingga insinuasi penggunaan obat-obatan terlarang. Informasi yang belum terverifikasi itu pun cepat menyebar dan memicu spekulasi liar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bappilu NasDem Riau, Dedi Harianto Lubis menegaskan bahwa hasil penelusuran internal, yang juga merujuk pada informasi dari kepolisian, tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kematian MA.

“Kami ingin meluruskan bahwa peristiwa ini tidak ada hubungannya dengan anggota NasDem dari Fraksi DPRD Kepulauan Meranti. Dari pihak kepolisian juga telah disampaikan tidak ada unsur pidana,” ujar Dedi, Jumat (18/9/2026).

Lanjutnya, NasDem Riau menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak berdasar dan cenderung tendensius.

"Kami telah turun langsung ke rumah duka untuk memastikan kondisi keluarga sekaligus mengklarifikasi berbagai isu yang beredar," jelasnya.

Pernyataan itu sejalan dengan sikap keluarga korban. Melalui kuasa hukumnya, Sofia, pihak keluarga menyatakan telah menerima kematian MA sebagai musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum.

“Keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Tidak ada laporan maupun tuntutan pidana yang diajukan,” kata Sofia.

Ia juga meminta semua pihak menghentikan spekulasi dan tidak memanfaatkan peristiwa tersebut untuk kepentingan tertentu.

“Kami memohon agar kasus ini tidak diusut lebih lanjut demi ketenangan keluarga, serta meminta semua pihak tidak mempolitisasi kejadian ini,” tegasnya.

Sementara itu, Lianita Muharni turut memberikan klarifikasi atas namanya yang terseret dalam isu tersebut. Ia membenarkan sempat bertemu dengan korban pada malam kejadian, namun menegaskan pertemuan itu berkaitan dengan urusan pekerjaan.

“Kami bertemu untuk membahas rencana kegiatan. Setelah itu berbincang santai, lalu korban tiba-tiba mengeluh sakit. Kami langsung membawanya ke rumah sakit, dan ia meninggal di sana, bukan di hotel,” jelasnya.

Ia juga membantah keras adanya hubungan di luar konteks profesional.

“Saya tidak memiliki hubungan apa pun selain rekan kerja,” tegas Lianita.

Melalui klarifikasi ini, NasDem berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta menghormati duka yang tengah dialami keluarga korban.(***)

Tags

Terkini