PEKANBARU, LIPO – Puluhan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 81 siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan.
Kepala Puskesmas Tapung Hulu, Nurhaidin, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sebanyak 71 siswa mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tapung Hulu, sementara 10 siswa lainnya dirujuk ke rumah sakit di wilayah Tandun.
“Gejala yang dialami para siswa di antaranya mual, muntah, dan diare. Sejak Selasa hingga hari ini masih ada siswa yang datang untuk berobat,” ujar Nurhaidin.
Meski demikian, kondisi para siswa saat ini dilaporkan telah membaik. Seluruh pasien yang sebelumnya menjalani perawatan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah, sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” tambahnya.
Peristiwa ini diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program MBG. Namun hingga kini, penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan, termasuk jenis makanan yang diduga menjadi pemicu.
Berdasarkan informasi dari sejumlah siswa dan guru, makanan tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan TMK di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu.
Menindaklanjuti kejadian ini, Wakil Bupati Kampar yang juga tergabung dalam Satgas MBG, Misharti, bersama Kepala Dinas Kesehatan Zulhendra Dasaat serta pihak BPOM telah turun langsung ke lokasi untuk mengambil sampel makanan guna dilakukan uji laboratorium.
Misharti juga meninjau langsung kondisi para siswa di Puskesmas Tapung pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia membenarkan adanya insiden dugaan keracunan tersebut.
“Ada puluhan siswa yang sempat menjalani perawatan akibat kejadian ini,” kata Misharti.
Ia menegaskan, Satgas SPPG akan segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian. Selain itu, evaluasi dan pembinaan terhadap pihak terkait juga akan dilakukan, termasuk pemberian sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran.
Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang serta memastikan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kampar dapat berjalan dengan aman dan sesuai standar kesehatan.(***)