Anggota DPRD Riau Sumardany Dukung Penguatan Rohis dan Penambahan Jam Pelajaran Agama di SMA

Senin, 20 Juli 2026 | 21:08:38 WIB

PEKANBARU, LIPO - Anggota Komisi I DPRD Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru, Sumardany, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan oleh Gerakan Kemakmuran Rohis (Gamuri) Riau. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi perwakilan rohis di ruang kerjanya, Senin 20 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan rohis menyampaikan sejumlah poin keprihatinan. Pertama, mereka mengeluhkan minimnya organisasi kerohanian Islam (rohis) di tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Provinsi Riau. Padahal, menurut mereka, keberadaan rohis sangat krusial di tengah derasnya arus informasi di era digital saat ini.

"Adik-adik ini resah karena organisasi mereka sudah berjalan cukup lama, sekitar 6 tahun, tetapi jumlah rohis di sekolah masih sangat sedikit. Mereka meminta agar rohis kembali diunggulkan dan dinaikkan perannya. Ini penting sebagai benteng dalam menghadapi arus informasi yang kuat," ujar Sumardany, Senin 20 Juli 2026. 

Kedua, para pelajar juga mempertanyakan kebijakan pengurangan jam pelajaran pendidikan agama di sekolah-sekolah SMA. Mereka berharap agar kurikulum pendidikan agama tidak dikurangi, jika memungkinkan  ditambah agar seimbang dengan kegiatan kerohanian.

Menanggapi hal itu, Sumardany memberikan apresiasi tinggi terhadap kepedulian para generasi muda tersebut. Ia menilai pemikiran mereka sudah maju dan fokus pada persiapan sumber daya manusia untuk menyongsong Generasi Indonesia Emas.

"Saya sangat mengapresiasi adik-adik ini. Mereka sadar dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Harapan kita, pemerintah daerah bisa memberikan perhatian khusus terhadap rohis ini," kata politisi Demokrat tersebut.

Lebih lanjut, Sumardany juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, di tengah gempuran informasi digital, penguatan rohis dan pendidikan agama menjadi senjata utama untuk membentuk karakter generasi penerus.

"Jam pelajaran agama jangan dikurangi, kalau perlu ditambah. Karena itulah modal kita untuk menjadi generasi Indonesia emas. Ini masanya mereka, di tangan mereka nanti masa depan Riau dan Indonesia," tegasnya.

Ia pun berharap agar aspirasi ini dapat menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Riau, terutama dalam pengambilan kebijakan di bidang pendidikan ke depan.*****

 

Terkini