PEKANBARU, LIPO - Anggota Komisi III DPRD Riau bidang BUMD, Abdullah, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah untuk mengambil langkah strategis dan teknis dalam mengendalikan inflasi di Provinsi Riau.
PT Riau Pangan Bertuah yang merupakan anak perusahaan PT Riau Petroleum tersebut diketahui baru berdiri kurang dari satu tahun dan bergerak di bidang pangan.
Abdullah berharap kehadiran BUMD ini mampu menjalankan penugasan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan mengontrol komoditas yang berpotensi memicu inflasi.
“Karena ditugaskan Pemprov untuk mengendalikan inflasi, BUMD harus melakukan langkah-langkah strategis dan teknis dalam menjaga kontrol inflasi dan mengendalikan harga-harga barang, khususnya barang-barang kebutuhan pokok,” ujar Abdullah, Kamis 12 Februari 2026.
Ia menegaskan, komoditas seperti cabai dan sejumlah bahan pangan lainnya kerap menjadi pemicu kenaikan inflasi di daerah. Oleh sebab itu, menurutnya, PT Riau Pangan Bertuah tidak cukup hanya berperan sebagai distributor, tetapi juga perlu memikirkan langkah jangka panjang dengan menjadi produsen.
“Ke depan saya pikir BUMD perlu memikirkan bagaimana tidak hanya sebagai distributor, tapi juga sebagai produsen. Kita perlu berpikir lebih jauh,” katanya.
Abdullah juga mengusulkan agar BUMD menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam pemanfaatan lahan pertanian. Menurutnya, Sumbar memiliki potensi lahan yang luas serta dukungan iklim dan cuaca yang baik untuk sektor pertanian.
“Bisa saja BUMD ini menyewa lahan di Sumbar kemudian menanam sendiri, karena masih banyak lahan di sana. Dukungan cuaca dan iklim di Sumbar juga cukup baik untuk pertanian,” jelasnya.*****