LLMB, GMKR dan GEMA Bongkar Gudang BBM di Tenayan, Temukan 54 Baby Tank

LLMB, GMKR dan GEMA Bongkar Gudang BBM di Tenayan, Temukan 54 Baby Tank
Bongkar gudang BBM di Tenayan Raya Pekanbaru/ist

PEKANBARU, LIPO - Dugaan praktik penimbunan dan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat di Kota Pekanbaru.

Tiga organisasi masyarakat Melayu, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau, mendatangi sebuah gudang yang diduga digunakan untuk menampung dan mengolah BBM di Jalan Temupuri, RT 04/RW 04, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Jumat (2/10/2026).

Penggerebekan tersebut dilakukan setelah ketiga ormas itu menyoroti persoalan kelangkaan BBM, khususnya solar, yang dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat di Riau.

Tiga ormas melayu ini sebelumnya mendorong pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Solar. Karena menilai persoalan tersebut belum tertangani secara maksimal, LLMB, GMKR dan GEMA Riau melakukan penelusuran lapangan untuk menemukan titik-titik yang diduga berkaitan dengan aktivitas penimbunan BBM.

Puluhan massa dari ketiga organisasi tersebut bahkan bertahan berjam-jam di sekitar lokasi sambil menunggu kehadiran aparat kepolisian untuk memastikan pemeriksaan dilakukan bersama pihak yang memiliki kewenangan hukum.

Dalam pemeriksaan yang kemudian dilakukan bersama Polsek Tenayan Raya dan Pertamina Patra Niaga, ditemukan sejumlah wadah penyimpanan BBM berupa baby tank dan drum.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, disebut terdapat sekitar 54 baby tank berkapasitas 1.000 liter, 10 drum merah berkapasitas sekitar 210 liter, serta empat drum biru berkapasitas sekitar 240 liter.

Di dalam sejumlah wadah tersebut ditemukan cairan BBM dengan warna berbeda, termasuk putih, merah dan hijau. Di lokasi juga ditemukan botol tinta serta deterjen yang menurut pihak ormas menimbulkan dugaan adanya aktivitas pengoplosan atau perubahan warna BBM.

Namun, kandungan dan jenis BBM tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan kasatmata.

Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution, yang juga tokoh masyarakat Riau, mengapresiasi keterlibatan aparat kepolisian dan Pertamina dalam pemeriksaan lokasi tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan bersama diperlukan agar persoalan dugaan penimbunan BBM tidak berhenti pada tudingan, tetapi dibuktikan melalui pemeriksaan barang dan sampel secara resmi.

Ia menegaskan, temuan sejumlah wadah BBM dalam jumlah besar menunjukkan adanya persoalan yang perlu diusut lebih lanjut.

"Terima kasih karena akhirnya semua unsur bisa bersama-sama melakukan pengecekan. Artinya, fakta bahwa ada penimbunan itu harus kita lihat dan buktikan," kata Edy.

Panglima Pucuk LLMB, Datuk Besar Ismail Amir, SH., MH yang diwakili Sekjen DPP LLMB, Juprizal menegaskan kalau apa yang menjadi kecurigaan mereka akhirnya bisa dibuktikan, tudingan kelangkaan BBM karena adanya banyak praktik penimbunan BBM akhirnya terbukti.

"Jadi bukan masalah kuota yang kurang, tapi BBM ini sengaja ditimbun, dan ini baru satu gudang, kami masih ada beberapa gudang lagi yang kami duga melakukan praktik yang sama," ujarnya.

Juprizal mengharapkan pihak-pihak yang selama ini menolak untuk membantuk Satgas Pemberantasan Mafia Solar bisa sedikit membuka mata bahwa fakta di lapangan menunjukkan ada banyak mafia yang bermain dalam bisnis ini.

"Kami siap mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendatangi titik-titik lainnya bersama aparat hukum yang masih berkomitmen dalam penegakan hukum," tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Sekretaris GEMA Riau, Datuk Tarlaili yang menegaskan bahwa memang dugaan mereka selama ini kalau ada mafia solar itu benar adanya dan hari ini sudha dibuktikan.

Bahkan kengganan membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Solar itu disinyalir juga karena ada pihak-pihak tertntu yang tidak ingin bisnisnya terganggu dengan kehadiran Satgas ini nantinya.

"Apa yang kita lakukan malam ini menunjukkan kalau dugaan kita selama ini mengapa BBM langka, ya karena ada praktik-praktik jahat seperti ini," tegasnya.

Di sisi lain, Kapolsek Tenayan Raya, AKP Ronny Reduansyah, S.H., M.H., usai melihat langsung kondisi di dalam gudang penimbunan BBM mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga. Sampel BBM akan dibawa ke laboratorium untuk memastikan jenis dan kandungannya.

"Kami bersama dengan Patra Niaga melakukan pengecekan. Untuk memastikan jenis BBM-nya, akan diambil sampel dan diperiksa di laboratorium," ujar Ronny.

Ia mengatakan lokasi tersebut selanjutnya akan diamankan dan disegel, sementara pihak yang diduga sebagai pemilik atau pengelola akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, Heri, Sales Area Pertamina Patra Niaga Riau menjelaskan bahwa pemeriksaan awal dilakukan secara visual dan sampel BBM akan dibawa ke Depot Siak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Ini masih dugaan penimbunan BBM. Kami akan mengambil sampel untuk mengetahui jenis BBM-nya dan selanjutnya akan diinformasikan secara resmi," ujar perwakilan Patra Niaga.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi penting untuk menentukan apakah BBM yang ditemukan merupakan BBM subsidi atau jenis lainnya, serta apakah terdapat pelanggaran dalam proses penyimpanan maupun distribusinya. (***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Gudang

Index

Berita Lainnya

Index