Edukasi HIV/AIDS Masuk SMP, Pemko Pekanbaru: Cegah Sejak Dini Lewat Sekolah

Edukasi HIV/AIDS Masuk SMP, Pemko Pekanbaru: Cegah Sejak Dini Lewat Sekolah
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar memberikan edukasi bahaya HIV AIDS ke pelajar SMP 15

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS melalui program KPA Goes to School. Program edukasi ini menyasar pelajar SMP dan SMA menyusul meningkatnya kasus HIV/AIDS pada usia muda.

Kegiatan penyuluhan terbaru dilaksanakan di SMP Negeri 15 Pekanbaru, Rumbai Timur, Jumat (8/8/2026).

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, Pemko bersama Dinas Kesehatan turun langsung ke sekolah untuk memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS dan cara pencegahannya

"Melalui program KPA Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya HIV/AIDS, bagaimana penularannya, serta bagaimana cara melindungi diri agar tidak terjerumus ke dalam perilaku berisiko," kata Markarius.  

Markarius menyebut saat ini kasus HIV/AIDS memerlukan perhatian serius. Jika sebelumnya mayoritas penderita berasal dari kelompok usia dewasa, kini kasus mulai ditemukan pada kalangan remaja.

Karena itu, edukasi kepada peserta didik menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Sebelumnya Pemko Pekanbaru telah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar penyuluhan di tingkat SMA. Kini fokus kegiatan diarahkan ke seluruh SMP di Kota Pekanbaru sebagai bagian dari penyelesaian program edukasi di tingkat daerah.

Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan program ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Agung Nugroho. Tujuannya agar upaya pencegahan HIV/AIDS semakin digencarkan, terutama di kalangan generasi muda.

"Kami sengaja turun langsung ke sekolah-sekolah agar siswa memperoleh pemahaman yang benar mengenai pencegahan HIV/AIDS dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing," ucapnya.

Penyuluhan akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan dengan sistem bergiliran hingga seluruh sekolah mendapatkan kesempatan.

Selain materi kesehatan, siswa juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga diri, menjauhi pergaulan bebas, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan.

"Dalam setiap kegiatan, kami juga menghadirkan ustaz untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual. Sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari sisi kesehatan, tetapi juga penguatan karakter dan nilai agama," jelas Markarius.

Program ini merupakan kolaborasi Dinkes Pekanbaru, Dinkes Riau, dan Komisi Penanggulangan AIDS KPA Kota Pekanbaru sebagai bentuk edukasi kesehatan berkelanjutan.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Penyakit menular

Index

Berita Lainnya

Index