INHU, LIPO - Rangkaian Festival Tepian Kuale Danau Pao di Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu Inhu, kembali berlanjut dengan pembukaan Pacu Sampan Godang Besar, Sabtu (25/7/2026).
Setelah sebelumnya digelar Pacu Sampan Kocik Kecil dan lomba gasing, kali ini sebanyak 14 sampan dari berbagai desa turut ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung meriah di tepian Danau Pao.
Ajang tradisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan antar warga, serta mematangkan kemampuan para atlet jalur yang dipersiapkan menghadapi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi pada Agustus mendatang.
Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto yang membuka secara resmi perlombaan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, panitia, dan Pemerintah Desa Redang yang terus berkomitmen melestarikan tradisi budaya daerah.
Menurutnya, semangat masyarakat menyelenggarakan festival di tengah berbagai keterbatasan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
"Pemkab Inhu akan tetap memberikan perhatian meski di tengah keterbatasan fiskal yang kita hadapi saat ini," ujar Ade.
Ia menilai kegiatan seperti Festival Tepian Kuale Danau Pao tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM.
"Event seperti ini memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi dan UMKM masyarakat. Karena itu kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun," katanya.
Usai membuka perlombaan, Bupati Ade Agus Hartanto bersama Wakil Bupati Hendrizal, Ketua DPRD Inhu, dan Ketua TP PKK Inhu secara simbolis melepas hilir pertama sebagai tanda dimulainya Pacu Sampan Godang.
Sorak sorai penonton menggema di sepanjang tepian Danau Pao saat 14 sampan godang mulai beradu kecepatan. Masyarakat dari berbagai desa tampak antusias menyaksikan tradisi tahunan yang sudah mengakar ini.
Festival Tepian Kuale Danau Pao menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang terus dipertahankan masyarakat Desa Redang sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.*****