LIPO - Bencana tanah longsor akibat abrasi melanda dua titik di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 12.50 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh rumah warga, pelabuhan tambat kapal, serta jalan jerambah kayu sepanjang sekitar 200 meter mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansah melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Ahmad Bahrin mengatakan, abrasi terjadi akibat hantaman ombak laut yang terus mengikis bibir pantai, ditambah kondisi kontur tanah yang labil.
“Tim Reaksi Cepat BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan dampak bencana, serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan dalam penanganan awal,” ujar Ahmad Bahrin.
Ia menjelaskan, lokasi yang terdampak berada di Jalan Almujahiddin RT 002/RW 004 dan Jalan Nirwana RT 001/RW 005, Kelurahan Kuala Enok. Dari hasil pendataan sementara, sebanyak tujuh rumah yang dihuni delapan kepala keluarga atau 25 jiwa mengalami dampak akibat abrasi tersebut.
Dalam kejadian itu, seorang warga lanjut usia bernama Hj. Marwiyah (65) nyaris menjadi korban. Saat tanah di sekitar rumahnya longsor, ia tidak sempat menyelamatkan diri dan sempat terbawa arus sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga sekitar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Selain rumah warga, abrasi juga merusak pelabuhan tambat kapal serta jalan jerambah kayu yang menjadi akses masyarakat. BPBD memperkirakan total nilai kerugian akibat bencana ini mencapai sekitar Rp1 miliar.
Ahmad Bahrin menambahkan, potensi abrasi susulan masih cukup tinggi mengingat gelombang laut masih terus menghantam kawasan pesisir dengan kondisi tanah yang labil.
“Kami mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi abrasi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi gelombang tinggi. BPBD juga merekomendasikan pengamanan lokasi, pemberian bantuan kepada warga terdampak, serta kajian teknis untuk penanganan abrasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” katanya.
Saat ini BPBD Kabupaten Indragiri Hilir bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat kelurahan, serta unsur terkait lainnya masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Sementara itu, aliran listrik pada rumah-rumah yang terdampak untuk sementara diputus demi alasan keselamatan, sedangkan jaringan listrik di rumah warga sekitar tetap berfungsi normal.*****