Lulus Sidang Tertutup Program Doktor, Dosen UHTP Raih Beasiswa Penyelesaian Disertasi dari Kemdiktisaintek

Lulus Sidang Tertutup Program Doktor, Dosen UHTP Raih Beasiswa Penyelesaian Disertasi dari Kemdiktisaintek
Yuda Irawan/F: ist

LIPO - Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi. Yuda Irawan, Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Hang Tuah Pekanbaru, berhasil lulus Sidang Tertutup Program Doktor (S3) Teknologi Informasi di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang pada 18 Juni 2026. 

Keberhasilan tersebut diraih melalui disertasi berjudul "Model Hybrid Stacking Ensemble Learning (HSEL) Terintegrasi Internet of Things untuk Optimasi Deteksi Tingkat Risiko Kebakaran Secara Real Time." Penelitian doktor tersebut diselesaikan di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. H. Sarjon Defit dan Ko Promotor Assoc. Prof. Dr. Rini Sovia.

Penyelesaian penelitian doktor ini juga menjadi semakin istimewa karena memperoleh pendanaan Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 

Program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada dosen dan peneliti dalam menyelesaikan studi doktor tepat waktu sekaligus meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah nasional.

Penelitian yang dilakukan Yuda berfokus pada pengembangan Hybrid Stacking Ensemble Learning (HSEL) yang diintegrasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT) berbasis Industrial Internet of Things (IIoT) untuk mendukung sistem deteksi dini tingkat risiko kebakaran hutan dan lahan secara real time. Sistem tersebut dirancang agar mampu mengolah data lingkungan secara otomatis sehingga menghasilkan informasi yang lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model HSEL mampu mencapai akurasi hingga 99,15 persen pada pengujian deteksi tingkat risiko kebakaran. Tidak hanya berhenti pada dataset utama penelitian, model tersebut juga berhasil diuji pada berbagai dataset lain, meliputi dataset meteorologi berskala global, dataset prediksi banjir, dataset klasifikasi bencana berbasis teks, hingga dataset deteksi tingkat risiko kebakaran berbasis teks. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model HSEL memiliki kemampuan generalisasi yang baik dan berpotensi diterapkan pada berbagai bidang penelitian berbasis kecerdasan buatan.

Selain menghasilkan inovasi teknologi, Yuda Irawan juga mencatatkan capaian akademik yang membanggakan. Hingga pertengahan tahun 2026, ia telah menerbitkan 51 artikel ilmiah yang terindeks Scopus dan berhasil mencapai H Index Scopus 17, yang menunjukkan konsistensi kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, Internet of Things, dan Data Science. 

Luaran penelitian selama studi doktor juga telah dipublikasikan pada Prosiding IEEE terindeks Scopus serta jurnal internasional Scopus Q2 International Journal of Reconfigurable and Computing Systems (IJRCS).

Penelitian tersebut kini terus dikembangkan menuju konsep Hybrid Multimodal Artificial Intelligence, yaitu menggabungkan model HSEL dengan teknologi Industrial IoT dan deteksi citra api (fire image detection) menggunakan pendekatan computer vision. 

Integrasi data sensor lingkungan dan analisis citra secara bersamaan diharapkan mampu menghasilkan sistem deteksi dini yang lebih cerdas, adaptif, dan memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan berbasis satu sumber data.

"Alhamdulillah, saya bersyukur dapat menyelesaikan Sidang Tertutup Program Doktor dengan baik. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memberikan pendanaan melalui Program Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan optimal,” Yuda Irawan

“Model Hybrid Stacking Ensemble Learning yang kami kembangkan telah menunjukkan kemampuan yang baik ketika diuji pada berbagai dataset, sehingga memiliki peluang untuk diterapkan pada berbagai bidang. Saat ini penelitian juga terus dikembangkan menuju Hybrid Multimodal Artificial Intelligence dengan mengkombinasikan HSEL, Industrial Internet of Things, serta deteksi citra api. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan pada berbagai jenis kebencanaan alam lainnya, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga bencana hidrometeorologi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sistem mitigasi bencana berbasis kecerdasan buatan di Indonesia." sambungnya. 

Menurut Yuda, pengembangan Artificial Intelligence tidak hanya bertujuan meningkatkan performa model, tetapi juga menghadirkan inovasi yang siap diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. 

“Melalui integrasi Artificial Intelligence, Industrial Internet of Things, dan Hybrid Multimodal AI, hasil penelitian ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan sistem mitigasi bencana yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” jelas Yuda. *****

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Beasiswa

Index

Berita Lainnya

Index