PEKANBARU, LIPO – Kontrak pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru dengan Lippo Group segera berakhir. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto akhirnya buka suara soal kelanjutan aset strategis di kawasan Area Duta.
Seharusnya, kata SF Hariyanto, proses pengalihan pengelolaan selesai dalam 6 bulan. Namun hingga kini masih terhambat sejumlah kendala.
"Kemarin kami diskusi juga, Aryaduta ini seharusnya 6 bulan ini sudah selesai. Tapi namun belum bisa kita tindaklanjuti," ujar SF Hariyanto saat paripurna belum lama ini.
Salah satu kendala adalah temuan kajian KPKNRM atau Komite Pengawasan Kewaspadaan Negara dan Reformasi Manajemen. Hasilnya menyebut nilai kontrak lama terlalu rendah.
"Kami dapat pembanding dari hasil KPKNRM, ini harganya terlampau murah kali, agak rendah sekali," tegasnya.
Menariknya, SF Hariyanto menyebut sudah ada pihak yang berminat mengelola. Investor itu sanggup menyetor Rp1 hingga Rp1,5 miliar per bulan ke kas daerah.
"Ada yang sanggup bisa menyetor 1-1,5 miliar per bulan. Ada Pak yang siap, siap dikontrak perjanjian siap," ungkapnya.
Angka itu jauh di atas kontrak sebelumnya yang hanya sekitar Rp2 miliar per tahun. Perbedaan signifikan inilah yang membuat Pemprov masih menahan diri sambil mengkaji lebih dalam.
"Ya kita tinjau dululah. Tapi tetap ini kita lanjutkan, biar ada dampaknya terhadap pendapatan dari restitusi Aryaduta," jelasnya.
Plt Gubri optimistis proses ini segera menemukan titik terang. Ia berharap seluruh tahapan cepat selesai demi optimalisasi PAD Provinsi Riau.
"Insyaallah ini selesai," pungkasnya.*****