PEKANBARU, LIPO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (3/2/2026), umumnya didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Meski demikian, hujan ringan bersifat lokal masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, menjelaskan bahwa pada pagi hari, kondisi cuaca di Riau diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan.
Memasuki siang hari, cuaca relatif cerah hingga cerah berawan, namun hujan ringan berpeluang turun secara lokal di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
"Pada sore hingga malam hari, cuaca berubah menjadi cerah berawan hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir," ujar Anggun.
Sementara itu, pada dini hari, kondisi cuaca kembali udara kabur hingga berawan. BMKG menyatakan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau hari ini.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 55–98 persen. Angin bertiup dari Utara hingga Tenggara dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni 0,5–1,25 meter. Namun, gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Dumai–Bengkalis, sehingga nelayan diimbau tetap waspada.
BMKG juga memantau terdapat 158 titik panas di wilayah Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, 57 titik panas di antaranya terpantau di Provinsi Riau.
57 titik panas itu tersebar di Kabupaten Pelalawan 21 titik, Bengkalis 20 titik, Kepulauan Meranti 8 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Siak 3 titik dan Kota Dumai 1 titik.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).(***)