NTP Riau Turun ke Peringkat 2 Terendah se-Sumatera pada Desember 2025

NTP Riau Turun ke Peringkat 2 Terendah se-Sumatera pada Desember 2025
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau mengalami penurunan pada Desember 2025, menempatkan Riau sebagai provinsi dengan penurunan NTP terdalam kedua di Pulau Sumatera. 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, Jumat 9 Januari 2026.

NTP Riau pada Desember 2025 tercatat sebesar 188,03, turun 1,25 persen dari November 2025 yang sebesar 190,42. Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama: Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 0,34 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru naik 0,92 persen.

“Kondisi ini mengindikasikan tekanan pada daya beli petani, di mana pendapatan dari hasil panen menurun sementara biaya hidup dan produksi meningkat,” ujar Asep lewat siaran persnya.

Secara regional, katanya tren penurunan NTP dominan terjadi di Sumatera. Sebanyak 7 dari 10 provinsi di pulau itu mengalami penurunan NTP. Riau hanya satu peringkat di atas Sumatera Utara yang mencatat penurunan paling dalam. Sementara itu, tiga provinsi lain mengalami kenaikan, dengan capaian tertinggi diraih Kepulauan Riau yang naik 2,93 persen.

Tekanan serupa katanya juga terlihat pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Riau, yang menyusut 0,36 persen dari 186,46 menjadi 185,78. NTUP turun karena It yang berkurang 0,34 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar untuk keperluan produksi (BPPBM) naik tipis 0,02 persen.

"Di sisi konsumen, Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sektor pertanian di Riau justru naik 1,27 persen. Kenaikan terbesar disumbang oleh kelompok Minuman dan Tembakau yang melonjak 2,18 persen, diikuti kenaikan kecil di kelompok Pakaian dan Alas Kaki serta Transportasi masing-masing 0,18 persen,"jelasnya.

Sementara itu lanjutnya hampir semua kelompok pengeluaran lain juga mengalami inflasi ringan, antara lain Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (0,13%), Kesehatan (0,05%), serta Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar (0,03%). 

Satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan adalah Rekreasi, Olahraga, dan Budidaya (minus 0,02%), sementara Pendidikan cenderung stabil.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#BPS

Index

Berita Lainnya

Index