Ekonomi Riau Triwulan III-2026 Tumbuh 4,65 Persen, IPM Naik dan Pengangguran Menurun

Jumat, 06 November 2026 | 11:16:29 WIB
Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Riau, Emilia Dharmayanthi, SST., M.Si.

PEKANBARU, LIPO - Perekonomian Provinsi Riau pada triwulan III-2026 mencatat pertumbuhan positif. Secara year-on-year (y-on-y), ekonomi Riau tumbuh sebesar 4,65 persen, sementara dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh 3,45 persen. Adapun pertumbuhan ekonomi Riau sampai triwulan III-2026 mencapai 4,76 persen secara cumulative-to-cumulative (c-to-c).

Hal tersebut disampaikan Achmad Sobari, S.S.T., S.E., M.Si., Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Riau, Kamis 5 November 2026. Ia menambahkan bahwa apabila dihitung tanpa melibatkan sektor migas, ekonomi Riau tumbuh sebesar 5,22 persen (y-on-y), meskipun lambat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,54 persen.

Dari Sisi Produksi

Lapangan usaha Jasa Perusahaan katanya mengalami pertumbuhan tertinggi secara y-on-y, yakni sebesar 14,60 persen, diikuti Jasa Lainnya sebesar 13,46 persen dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,47 persen. Sementara itu, lapangan usaha yang memiliki peran dominan di Provinsi Riau, yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan, masing-masing tumbuh sebesar 3,83 persen dan 5,59 persen. Adapun Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi sebesar 0,26 persen.

Dari Sisi Pengeluaran

Pertumbuhan ekonomi Riau didorong kuat oleh komponen Ekspor Luar Negeri dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang masing-masing tumbuh sebesar 9,19 persen dan 4,62 persen (y-on-y). "Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,15 persen, sedangkan komponen Impor Luar Negeri sebagai faktor pengurang tumbuh sebesar 20,45 persen," ujarnya.

Secara spasial, Provinsi Riau lanjutnya merupakan penyumbang ekonomi terbesar ke-6 di Indonesia atau PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa setelah Provinsi Sumatera Utara, dengan kontribusi sebesar 23,43 persen terhadap perekonomian regional Sumatera.

IPM Riau 2026 Mencapai 76,91

Kemudian pada aspek pembangunan manusia, IPM Provinsi Riau tahun 2026 mencapai 76,91 atau naik 0,60 poin (0,79 persen) dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 76,31. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat Riau dari berbagai aspek pembentuk IPM.

Dari dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup saat lahir penduduk Riau tahun 2026 mencapai 74,97 tahun. Pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah tercatat 13,45 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah mencapai 9,56 tahun. Sementara dari dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12,814 juta.

"Capaian IPM Riau tahun 2026 termasuk kategori tinggi (rentang 70 hingga kurang dari 80), menempati posisi tertinggi ke-4 di Sumatra, serta lebih tinggi dibandingkan IPM nasional sebesar 76,59," paparnya.

TPT Riau Agustus 2026 Turun

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Riau, Emilia Dharmayanthi, SST., M.Si., memaparkan keadaan ketenagakerjaan Riau. Penduduk bekerja pada Agustus 2026 sebanyak 3,39 juta orang, bertambah 40,34 ribu orang dibanding Agustus 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) katanya Agustus 2026 tercatat 4,12 persen, menurun 0,04 persen poin dibanding Agustus 2025 yang sebesar 4,16 persen. Dari total angkatan kerja 3,39 juta orang, terdapat 139,83 ribu orang yang masih menganggur.

Penyerapan tenaga kerja masih didominasi sektor Pertanian (36,22 persen), Perdagangan Besar dan Eceran (16,72 persen), serta Industri (8,32 persen). Jumlah pekerja formal meningkat dari 1,54 juta orang menjadi 1,57 juta orang, sedangkan pekerja informal meningkat dari 1,67 juta orang menjadi 1,69 juta orang.

"BPS mencatat proporsi pekerja penuh waktu pada Agustus 2026 sebesar 64,12 persen, pekerja paruh waktu 26,33 persen, dan setengah pengangguran 9,55 persen. Proporsi pekerja penuh tercatat lebih rendah dibanding Agustus 2025 yang sebesar 64,83 persen," tutupnya.*****

 

Terkini