PEKANBARU, LIPO - Peluang Edi Basri untuk menjadi Ketua KONI Riau semakin terbuka lebar. Pasalnya, saingan beratnya, Iskandar Hoesin, meninggal dunia.
Sebelumnya, ada dua nama yang digadang-gadang maju memperebutkan kursi Ketua KONI Riau, yaitu Iskandar Hoesin dan Edi Basri. Kini, dengan meninggalnya Iskandar, tinggal Edi Basri yang diprediksi bakal mulus menuju kursi ketua.
Edi Basri sendiri menegaskan bahwa dirinya tetap maju sebagai calon Ketua KONI Riau. Ia kini menunggu kepengurusan caretaker menggelar rapat kerja (raker) dan musyawarah provinsi (musprov) untuk memilih ketua baru.
Edi yang juga anggota DPRD Riau mengatakan, caretaker KONI Riau berencana menggelar raker dalam dua minggu ke depan. Setelah itu, musprov diperkirakan berlangsung dua minggu berikutnya.
"Pemilihan akan diulang karena memang lembaganya sudah berbeda. Dulu pengurus murni dalam APBD, sekarang sudah APBD perubahan atau caretaker. DPP-nya juga sudah ditukar, jadi semua baru," ujar Edi.
Menurut Edi, caretaker tidak akan bertugas terlalu lama dan fokus menjalankan tugas hingga kepengurusan baru terbentuk. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti masa kerja caretaker karena belum melihat secara rinci surat keputusan (SK) penunjukannya.
"Saya tidak melihat, tapi mungkin sekitar enam bulan atau dua bulan," katanya.
Politisi Gerindra ini menegaskan, dirinya tetap maju tanpa mempersoalkan siapa pun yang terlibat dalam proses pemilihan. Ia berharap pergantian kepengurusan berjalan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) serta aturan yang berlaku.
"Saat ini kita menunggu kinerja caretaker yang jelas. Pengurus KONI sebelumnya sudah berakhir. Kita berharap semuanya berjalan lancar," tutupnya.*****