Kembangkan Ekonomi Hijau, Pemprov Riau Bidik Ekosistem Perkebunan Nanas di Lahan Gambut

Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:04:28 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau memperkuat komitmen pengembangan ekonomi hijau melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satu peluang yang kini dibidik adalah pengembangan ekosistem perkebunan nanas yang dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Webinar Green Connect #4 dengan agenda Green For Riau, yang diikuti secara virtual dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Selasa (27/10/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pembangunan rendah karbon tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah provinsi. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat sipil.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Riau. Setiap potensi dan gagasan yang ada perlu disatukan agar dapat memberikan hasil nyata bagi masyarakat," ajak Syahrial Abdi.

Ia menjelaskan, pendekatan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) berbasis yurisdiksi menempatkan koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota sebagai kunci. Sinergi kebijakan, perencanaan, dan pelaksanaan program harus selaras.

"Pemerintah provinsi tidak dapat berjalan sendiri karena pelaksanaan program juga membutuhkan dukungan kabupaten dan kota serta para mitra. Dengan koordinasi dan komitmen bersama, upaya menjaga lingkungan dapat berjalan seiring dengan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Moh Fredly Nasution, menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam mendukung ekonomi hijau.

OJK Riau saat ini tengah mendorong pengembangan ekosistem perkebunan nanas dengan melibatkan petani, pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta calon pembeli atau off-taker.

"Kami sedang mendorong pengembangan ekosistem perkebunan nanas di Riau melalui kolaborasi berbagai pihak. Dengan keterlibatan petani, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pihak yang menyerap hasil produksi, diharapkan pengembangan usaha dapat berjalan lebih terintegrasi," ujar Fredly.

Menurutnya, pengembangan nanas sangat relevan dengan isu lingkungan di Riau, karena komoditas tersebut dibudidayakan di kawasan lahan gambut.

"Kami melihat adanya peluang untuk menghubungkan pengembangan ekonomi daerah dengan perhatian terhadap lingkungan. Kolaborasi perlu terus dibangun agar potensi usaha dapat berkembang sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan," pungkasnya.*****

 

Terkini