LIPO - Nilai properti di kawasan sekitar Bandung terus tumbuh setiap tahunnya. Perpaduan kenaikan nilai aset dan pendapatan sewa membuat rumah kerap dipilih sebagai instrumen investasi jangka panjang. Daya tarik ini turut didukung akses yang semakin mudah melalui kereta cepat Whoosh dan Tol Cipularang.
Namun, jual rumah Bandung sebagai bagian dari strategi investasi membutuhkan pertimbangan berbeda dibanding membeli rumah untuk ditinggali sendiri. Anda perlu melihat lebih dari sekadar kondisi bangunan atau kecocokan rumah dengan kebutuhan pribadi. Lima hal berikut dapat membantu menilai apakah sebuah properti berpotensi menjadi aset investasi yang sesuai dengan tujuan Anda. Sila simak ulasan berikut sampai selesai.
1. Lokasi dan Potensi Pertumbuhan Kawasan
Lokasi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan potensi kenaikan nilai rumah dalam jangka panjang. Kawasan dengan pembangunan infrastruktur aktif, seperti akses tol atau transportasi massal baru, cenderung mengalami pertumbuhan nilai properti lebih cepat.
Maka dari itu, bandingkan beberapa lokasi sebelum memutuskan kawasan yang paling sesuai dengan tujuan investasi. Perhatikan pula rencana pengembangan jangka panjang di area tersebut. Perbandingan ini membantu Anda menilai potensi kawasan, bukan hanya mengandalkan kesan saat pertama kali melihat rumah.
2. Potensi Capital Gain dari Kenaikan Nilai Properti
Nilai properti cenderung naik karena lahan terbatas dan permintaan hunian di kawasan perkotaan terus bertumbuh. Properti juga kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual rumah ketika nilainya meningkat seiring waktu. Keuntungan ini menjadi salah satu sumber hasil dari investasi properti, selain pendapatan yang mungkin diperoleh dari penyewaan.
Untuk memperkirakan potensi capital gain, telusuri tren harga historis di kawasan yang sama selama beberapa tahun terakhir. Informasi tersebut dapat menjadi bahan perbandingan sebelum Anda memutuskan membeli. Situs jual beli rumah biasanya menyediakan data tren harga yang bisa membantu memberi gambaran mengenai pergerakan nilai properti.
3. Peluang Pendapatan Pasif dari Sewa
Rumah yang disewakan dapat memberikan pendapatan pasif rutin di luar potensi kenaikan nilai aset. Sebelum membeli, nilai terlebih dahulu permintaan sewa di kawasan tersebut, terutama jika tujuan investasi Anda adalah memperoleh penghasilan dari penyewaan.
Kendati demikian, jenis penyewaan juga memengaruhi bentuk pendapatan yang bisa diperoleh. Rumah dapat disewakan harian kepada wisatawan atau bulanan kepada pekerja, sesuai kebutuhan penyewa di kawasan tersebut. Selain itu, kondisi rumah turut menjadi pertimbangan praktis. Hal ini karena properti siap huni memungkinkan pemilik langsung menawarkan rumah untuk disewa tanpa menunggu proses renovasi lebih dulu, sehingga kesiapan rumah bisa dipertimbangkan sejak awal.
4. Risiko dan Stabilitas Aset Dibanding Instrumen Lain
Properti umumnya dianggap memiliki risiko relatif rendah dibanding instrumen investasi yang lebih fluktuatif. Sebab, nilainya cenderung meningkat tanpa mengalami perubahan tajam dalam jangka pendek, berbeda dengan instrumen pasar modal. Rumah juga dapat menjadi aset jangka panjang yang diwariskan, sehingga manfaat kepemilikannya berpotensi berlanjut ke generasi berikutnya. Karakter tersebut membuat properti menarik bagi investor yang mempertimbangkan kestabilan aset.
Skema kredit atau KPR dapat membantu Anda membeli rumah dengan modal awal lebih kecil dibandingkan pembelian tunai penuh. Dengan demikian, investor tidak harus menyiapkan dana sebesar harga rumah secara utuh untuk mulai memiliki properti. Pertimbangan ini dapat membuka peluang memperoleh manfaat dari kenaikan nilai rumah, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan strategi investasi yang dipilih.
Likuiditas dan Kemudahan Menjual Kembali
Likuiditas menunjukkan seberapa mudah sebuah rumah terjual kembali, sehingga perlu diperhatikan sebelum membeli untuk tujuan investasi. Rumah di kawasan dengan permintaan tinggi umumnya lebih cepat terjual dibandingkan properti di lokasi yang kurang diminati. Kelengkapan dokumen juga dapat mendukung proses transaksi. Legalitas seperti SHM dan IMB turut mempercepat proses ketika rumah hendak dijual kembali.
Pergerakan harga dapat memberi gambaran mengenai minat terhadap properti di kawasan tersebut. Sebaliknya, rumah yang harganya stabil selama berbulan-bulan tanpa pergerakan bisa menjadi indikasi bahwa properti itu sulit terjual. Karena itu, pantau harga rumah secara berkala untuk membantu menentukan waktu penjualan yang paling menguntungkan.
Dari kelima pertimbangan tersebut, lokasi, potensi capital gain, dan peluang pendapatan sewa menjadi aspek utama saat menilai rumah di Bandung sebagai aset investasi. Stabilitas risiko dibandingkan instrumen lain serta likuiditas ketika rumah dijual kembali melengkapi penilaian. Melalui pertimbangan terhadap seluruh aspek itu, Anda dapat menilai rumah mana yang berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.
Temukan Rumah Impian di Bandung
Setelah menilai kelayakan rumah sebagai aset investasi, rencanakan pula kebutuhan mobilitas untuk survei lokasi dan mengurus properti. Anda bisa mengandalkan aplikasi Traveloka untuk memesan tiket pesawat ke Bandung, booking hotel strategis dekat pusat kota, hingga menyewa mobil untuk survei rumah. Berbagai kebutuhan tersebut dapat diatur dalam satu aplikasi.
Metode pembayaran yang tersedia juga praktis. Anda dapat memilih opsi sesuai keinginan, seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, hingga PayLater. Buka aplikasi Traveloka, susun rencana perjalanan Anda, dan bersiaplah mencicipi kelezatan kuliner khas Jakarta!******