Riau Zero Karhutla! Satgas Tetap Pasang Badan

Ahad, 27 September 2026 | 12:42:56 WIB
Provinsi Riau akhirnya mencatatkan kondisi nihil kebakaran hutan dan lahan/ist

PEKANBARU, LIPO – Provinsi Riau akhirnya mencatatkan kondisi nihil kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga Minggu (27/9/2026), tidak ada lagi titik api aktif yang sedang ditangani tim gabungan di seluruh wilayah.

Capaian ini menjadi angin segar setelah beberapa pekan terakhir personel berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan, khususnya di lahan gambut yang dikenal sulit ditangani dan rawan menyala kembali.

Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edy Afrizal, memastikan situasi karhutla saat ini dalam kondisi terkendali. Meski demikian, status siaga tidak dicabut.

“Per hari ini Riau zero karhutla. Tidak ada kebakaran aktif. Tapi seluruh personel tetap siaga penuh, karena kondisi di lapangan bisa berubah sewaktu-waktu,” tegas Edy.

Ia menyebut, kondisi ini merupakan hasil kerja keras lintas instansi yang konsisten melakukan pemadaman, pendinginan, hingga patroli terpadu di wilayah terdampak.

Menurutnya, pengawasan tetap difokuskan pada bekas lahan terbakar untuk memastikan tidak muncul api baru.

“Lokasi yang sebelumnya terbakar terus dipantau. Jangan sampai muncul karhutla susulan,” ujarnya.

Senada, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, menegaskan kondisi nihil karhutla tidak boleh membuat semua pihak lengah.

“Zero karhutla ini harus dipertahankan. Jangan sampai justru kita lengah, lalu api kembali muncul,” kata Akmadi.

Polda Riau, lanjutnya, tetap mengintensifkan patroli di daerah rawan, terutama kawasan gambut. Selain itu, langkah pencegahan juga diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat.

Ia kembali mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran.

“Pencegahan adalah kunci. Kolaborasi semua pihak harus terus dijaga agar Riau benar-benar bebas dari karhutla,” tegasnya.

Kondisi nihil karhutla ini diharapkan menjadi momentum untuk menjaga Riau tetap aman dari ancaman kebakaran, terutama memasuki periode cuaca yang masih berpotensi memicu munculnya titik api baru.(***)

Terkini