Pemko Pekanbaru Targetkan Angka Kemiskinan Turun 1,1% dalam 3 Tahun

Jumat, 11 September 2026 | 16:29:08 WIB
Wakil Walikota Pekanbaru, Makarius Anwar/F: int

PEKANBARU, LIPO – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun 1,1 persen dalam tiga tahun ke depan. Saat ini angka kemiskinan di Pekanbaru berada di 3,1 persen dan ditargetkan menjadi 2 persen pada 2029.

Berbagai program kolaboratif disiapkan untuk mengejar target tersebut.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, program pengentasan kemiskinan akan diprioritaskan di tiga kecamatan yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi.

"Karena ada tiga kecamatan yang tingkat kemiskinannya tinggi. Program-program kita fokuskan ke situ," kata Markarius usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) penurunan kemiskinan di Kompleks Perkantoran Pemko Pekanbaru, Tenayan Raya, Jumat (11/9/2026).

Markarius menyebut, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan Pemko sendiri. Karena itu Pemko menggandeng berbagai pihak agar program terintegrasi.

Salah satunya menyinkronkan program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga lain dengan program Pemko Pekanbaru.

Bantuan dari zakat, wakaf, dan sedekah nantinya tidak hanya diberikan secara konsumtif. Pemko mendorong bantuan tersebut menjadi bantuan produktif.

"Warga miskin dibantu bisa untuk modal usaha, sehingga mereka bisa berusaha. Tapi tentu perlu kolaborasi dengan stakeholder. Kalau diberi bantuan oleh BAZNAS, harus ada pendampingan dari dinas koperasi. Ini baru bisa berhasil, kalau sendiri-sendiri tentu tidak kuat," jelasnya.

Menurut Markarius, kolaborasi dan pendampingan menjadi kunci agar usaha warga berkembang dan benar-benar keluar dari kemiskinan.

"Dari angka kemiskinan 3,1 ke 2 persen target kita. Ada target 1,1 persen yang harus kita turunkan, dan itu bukan hal yang mudah. Karena 5 tahun terakhir itu trend nya kan naik, bagaimana kita merubah trend ini," pungkasnya.

Dengan skema ini, Pemko Pekanbaru berharap bantuan yang diterima warga miskin bisa menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi.*****

 

Terkini