Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Turun Langsung Padamkan Karhutla di Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:57:25 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo/lipo

PEKANBARU, LIPO – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli udara, Kamis (20/8/2026). 

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan sekaligus mempercepat langkah penanganan di wilayah terdampak.

Patroli udara dimulai dari Helipad Mapolda Riau menuju sejumlah titik panas di Kabupaten Pelalawan. Rombongan kemudian bergerak ke Kecamatan Kerumutan yang menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan karhutla saat ini.

Tak hanya memantau dari udara, Kapolda dan Pangdam juga turun langsung ke lokasi kebakaran. Keduanya bergabung bersama personel gabungan untuk melihat proses pemadaman sekaligus memastikan upaya penanganan berjalan optimal.

Di lapangan, penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Pelalawan, jajaran TNI, BPBD, Manggala Agni, hingga instansi terkait lainnya. Seluruh personel bekerja bersama melakukan pemadaman dan pendinginan di area terdampak guna mencegah api kembali muncul.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, patroli udara menjadi langkah penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait kondisi kebakaran. Namun, menurutnya, yang paling krusial adalah kecepatan menerjemahkan hasil pemantauan menjadi aksi nyata di lapangan.

“Dari udara kita bisa melihat sebaran wilayah terdampak. Tapi yang terpenting adalah bagaimana informasi itu langsung ditindaklanjuti. Karena itu kami turun ke Kerumutan untuk memastikan seluruh sumber daya bergerak bersama,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan sinergi semua pihak. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan yang mudah terbakar.

“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, hingga masyarakat harus bergerak dalam satu langkah. Begitu ada titik api, harus cepat dipadamkan dan dipastikan tidak muncul kembali,” tegasnya.

Selain pemadaman, Polda Riau juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin, deteksi dini, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keselamatan masyarakat. Semangat Green Policing bukan hanya soal penindakan, tapi juga membangun kesadaran bersama untuk melindungi alam,” tambah Herry.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menyatakan pihaknya terus mengerahkan dukungan personel guna memperkuat penanganan karhutla bersama Polri dan pemerintah daerah.

“Kami memastikan seluruh personel di lapangan bekerja solid. Tidak ada sekat antara TNI, Polri, maupun instansi lain. Yang kita hadapi adalah ancaman serius bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada personel yang berada di garis depan pemadaman.

“Mereka bekerja di tengah panas, asap, dan medan yang berat. Kehadiran kami di sini untuk memastikan dukungan maksimal agar api bisa segera dipadamkan,” katanya.

Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal menambahkan, patroli udara sangat membantu dalam menentukan kondisi aktual di lapangan serta kebutuhan penanganan.

“Dari udara, kita bisa melihat gambaran luas sehingga penanganan lebih tepat sasaran. Setelah titik api teridentifikasi, tim darat langsung bergerak untuk pemadaman dan pendinginan,” jelasnya.

Ia memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mengoptimalkan penggunaan personel dan peralatan, khususnya di wilayah yang membutuhkan penanganan intensif.

Patroli udara dan peninjauan langsung di Kerumutan ini menjadi bagian dari langkah terpadu Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri dalam mengendalikan karhutla. Upaya pemantauan dan operasi darat akan terus dilakukan di daerah rawan guna mencegah kebakaran meluas serta meminimalkan dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.(***)

Tags

Terkini