PT SBP Laporkan Penyerangan Bersenjata ke Polisi, Desak Aktor Intelektual Diungkap

Selasa, 02 Juni 2026 | 13:53:25 WIB
Pihak PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) resmi melaporkan insiden penyerangan bersenjata /isy

PEKANBARU, LIPO - Pihak PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) resmi melaporkan insiden penyerangan bersenjata yang terjadi di areal perusahaan ke Polres Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Dalam laporan tersebut, perusahaan mendesak aparat kepolisian tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual yang diduga menjadi dalang di balik aksi tersebut.

Laporan itu diajukan oleh salah satu karyawan PT SBP, Probo Sutejo, dengan nomor: LB/93/VI/2026/SPKT/POLRES INDRAGIRI HULU/POLDA RIAU tertanggal 1 Juni 2026.

Hingga 1x24 jam setelah kejadian penyerangan, pihak kepolisian dilaporkan belum mengamankan para pelaku. Dalam laporannya, PT SBP menyebutkan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan berat, percobaan pembunuhan, serta pelanggaran Undang-Undang Darurat terkait penggunaan senjata.

Pihak perusahaan mengungkapkan bahwa para pelaku datang secara berkelompok dengan membawa senjata, antara lain tiga pucuk air gun dan satu senapan angin. Mereka juga mengenakan penutup wajah untuk menyamarkan identitas.

Salah seorang saksi mata, Edi Yanto, mengaku melihat langsung para pelaku membawa senjata api jenis air gun saat melancarkan serangan.

Tak hanya itu, operator alat berat milik perusahaan juga dilaporkan sempat ditodong menggunakan pistol dan dipaksa merusak kendaraan karyawan menggunakan ekskavator.

“Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku penyerangan yang menggunakan senjata tajam dan pistol terhadap karyawan PT SBP,” tegas Humas PT SBP, Rahman Manurung, Selasa (2/6/2026).

Pihak perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan merupakan konflik lahan dengan masyarakat. Mereka menduga aksi penyerangan dilakukan oleh kelompok preman bayaran yang berkaitan dengan sengketa penjualan lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

Menurut Rahman, aksi tersebut terindikasi dilakukan secara terorganisir. Hal ini terlihat dari kedatangan massa dalam jumlah besar yang telah dipersenjatai sebelum melakukan penyerangan.

Lebih lanjut, setelah karyawan mundur dari lokasi akibat serangan, sebuah alat berat ekskavator dilaporkan masuk ke area kejadian dan melakukan aktivitas dengan pengawalan kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan.

“Atas dasar itu, kami meminta kepolisian mengusut keterkaitan antara pelaku dengan aktivitas alat berat tersebut, termasuk mengungkap pihak yang berada di balik kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Inhu, Iptu Adlin, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku,” ujarnya.(***)

Tags

Terkini