Cari Biang Genangan Air, Wako Agung Turun Lokasi Saat Hujan Mengguyur Pekanbaru Seharian

Rabu, 22 April 2026 | 11:23:39 WIB

PEKANBARU, LIPO - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, tak mau berdiam diri di rumahnya ketika genangan air melanda pemukiman masyarakatnya. 

Ketika hujan mengguyur kota Pekanbaru pada Selasa (21/4/2026) malam, Agung bersama jajarannya turun ke Kecamatan Marpoyan Damai. 

Dia didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, Plt Kadis Perkim Martin Manouluk beserta Plt Camat Marpoyan Damai, Defna Leoni. Disana, Agung melihat luapan air dan penyumbatan drainase di Jalan Paus, Jalan Gelatik, hingga ke kawasan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai.

"Saya turun langsung untuk melihat langsung kondisi lapangan, apa sebenarnya yang menjadi kendala utama sehingga air masih menggenang di titik-titik tersebut," kata Wako Agung, Rabu (22/4/2026).

Malam itu juga Wako langsung untuk meminta dinas terkait untuk terus berjaga dan melakukan pemetaan ulang pada titik-titik yang masih sering terjadi banjir.

"Kita akan terus berupaya memperbaiki sistem drainase kota ini secara bertahap, namun pasti," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembenahan banjir ini bukan hanya melibatkan pemerintah kota. Namun ada akses jalan yang di bawah Pemerintah Provinsi Riau. Ada juga yang di bawah pemerintah pusat.

"Ada gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya dekat Eco Green, posisinya di bawah aspal, sehingga harus dibongkar," ulasnya.

Menurutnya, pembongkaran gorong-gorong itu membuat air bisa mengalir arah Sungai Kampar. Ia menyebut bahwa arus di gorong-gorong itu cukup deras kala hujan.

"Maka harus dibuat, bagaimana aliran air lancar, tidak tersumbat lagi," terangnya.

Agung menyatakan bahwa penanganan banjir saat ini sudah sesuai kewenangan pemerintah kota. Namun penanganan tidak terhenti di sana karena butuh koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

"Agar penanganan banjir bisa optimal, sebab penanganan banjir ini butuh  koordinasi dengan semua pihak," ungkapnya.

Banjir di Kecamatan Marpoyan Damai jadi perhatian setelah ada korban meninggal pada 10 April 2026 lalu. 

Korban yang kala itu mengendarai sepeda motor terbawa arus parit.*****

 

 

Terkini