PEKANBARU, LIPO - Jajaran Bapenda Kabupaten Siak mengunjungi Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Pekanbaru, pada, Senin (13/4/2026).
Kunjungan Bapenda Siak ini untuk mempelajari sejumlah hal dari Bapenda Kota Pekanbaru.
Bapenda Siak sendiri baru berdiri sekitar satu bulan lalu, dimana sebelumnya tergabung dalam Badan Keuangan Daerah Siak.
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan diwakili Kabid PD II, Ari Supriyanto menerima langsung rombongan Bapenda Siak yang dipimpin Kabid Penagihan, Zulkifli Thaib di Kantor Bapenda Pekanbaru.
Kedua belah pihak membahas strategi dalam upaya optimalisasi pendapatan pajak daerah.
"Fokus tadi terkait pajak reklame, PBJT Listrik, sama opsen pajak kendaraan. Mereka juga ingin mengetahui cara penanganan dan penertiban kita di lapangan," kata Ari.
Pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antar pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendapatan daerah. Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda, sehingga diperlukan saling berbagi pengalaman untuk menemukan strategi terbaik.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman terkait upaya peningkatan PAD. Setiap daerah tentu memiliki karakteristik masing-masing, namun prinsip dasarnya sama, yaitu bagaimana menggali potensi pajak secara optimal dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bapenda Pekanbaru memaparkan sejumlah strategi yang telah dijalankan, antara lain intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, pemutakhiran data objek pajak, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem perpajakan.
Selain itu, Bapenda Pekanbaru juga menjelaskan pentingnya pendataan lapangan secara berkala untuk memastikan seluruh objek pajak terdata dengan akurat. Kegiatan turun lapangan dinilai menjadi salah satu kunci dalam memperluas basis pajak sekaligus meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah.
Tidak hanya itu, inovasi pelayanan berbasis digital juga menjadi salah satu fokus utama Bapenda Pekanbaru. Sistem pembayaran pajak secara online dan integrasi data dengan berbagai pihak dinilai mampu meningkatkan kemudahan bagi wajib pajak serta mempercepat proses administrasi.
“Kami terus mendorong digitalisasi layanan pajak agar masyarakat lebih mudah dalam membayar pajak. Dengan sistem yang terintegrasi, pengawasan juga menjadi lebih efektif dan transparan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Siak menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pemaparan yang diberikan oleh Bapenda Pekanbaru. Ia menilai banyak praktik baik yang dapat diadopsi untuk diterapkan di Kabupaten Siak dalam rangka meningkatkan PAD daerah.
Menurutnya, tantangan dalam pengelolaan pajak daerah saat ini semakin kompleks, terutama dalam hal pendataan objek pajak dan peningkatan kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan kolaborasi antar daerah untuk mencari solusi terbaik.
“Kami melihat banyak hal positif yang bisa menjadi pembelajaran bagi kami, khususnya terkait pengelolaan data dan inovasi pelayanan pajak. Ini akan kami jadikan referensi untuk pengembangan di daerah kami,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak juga membahas pentingnya sinergi antar daerah dalam pertukaran data dan informasi perpajakan. Hal ini dinilai penting untuk mendukung akurasi data serta memperkuat pengawasan terhadap potensi pajak daerah.
Selain itu, dibahas pula strategi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan melalui sosialisasi yang lebih masif dan pendekatan yang lebih humanis. Edukasi kepada wajib pajak dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan pajak.
Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan kerja sama antara Bapenda Pekanbaru dan Bapenda Siak. Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan berbagi informasi dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan pendapatan daerah.
Bapenda Pekanbaru berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan PAD secara berkelanjutan. Dengan adanya pertukaran pengalaman dan inovasi, diharapkan pengelolaan pajak daerah dapat semakin efektif dan modern.
Ke depan, Bapenda Pekanbaru berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai daerah lainnya guna memperkuat sistem perpajakan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antar pemerintah daerah dalam menggali potensi pajak serta mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan di masing-masing wilayah.(adv)