WALHI Sebut Prabowo Dibisiki Info Tak Valid soal Karhutla oleh Anak Buah

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:44:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara./ist

Jakarta, LIPO -- Direktur Eksekutif WALHI Boy Sembiring menilai Presiden RI  Prabowo Subianto diberikan informasi tidak valid dari anak buahnya terkait kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ).

Presiden Prabowo sering dibisiki, diberikan informasi yang enggak valid dari menterinya, dari pimpinan tingkat utama, terkait penanganan karhutla, ujar Boy dalam acara Head to Head with Elvira di CNN Indonesia, Rabu (14/10) malam.

Menurutnya, hal ini menimbulkan permasalahan baru dalam mana penanganan karhutla yang pada akhirnya tidak sampai pada akar permasalahan. Boy pun mencontohkan terkait pengerahan sekitar 1.800 puskesmas.

“Kenapa enggak dibisikkan [ke] Presiden, bahwa seharusnya rumah sakit itu bisa didorong mobil, ponsel kan, dia yang melakukan tindakan proaktif untuk membantu masyarakat yang terbakar paparan karhutla,” katanya.

Boy menyebut pada awal karhutla, ada laporan menteri kepada Presiden bahwa tidak ada lahan korporasi yang terbakar.

Namun WALHI membantah laporan tersebut dan presiden mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa sebagian besar kebakaran berada di areal konsesi kerja, khususnya kebun-kebun kayu dan perkebunan kelapa sawit.

Masalah utamanya, pembalapnya tidak akan jelas kalau Presiden mendapat informasi yang enggak jelas dan enggak klir, tegas Boy.

Di acara yang sama, Konten Kreator Virdian Aurellio juga menyatakan poin serupa. Namun, ia juga menyampaikan kritiknya kepada para kepala daerah.

“Saya masih mau berbaik hati untuk merasa Presiden itu tidak peduli, tetapi Presiden dibohongi oleh birokrat di bawahnya, oleh kepala-kepala daerah yang ada di provinsi,” ungkap Virdian.

Menghabiskan dua minggu di wilayah terdampak karhutla, Virdian menceritakan kondisi masyarakat setempat yang terpaksa hidup beriringan dengan secepatnya. Ia menyebut bahwa masyarakat pada akhirnya memilih terdampak risiko kesehatan jarak jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan beraktivitas di luar ruangan.

“Saya jengkel adalah keadaan normal yang pada dasarnya atau keadaan normal yang sebetulnya dipaksakan ini disimpulkan oleh orang-orang di bawah presiden misalnya Kepala BNPB mengatakan ini normal, disimpulkan oleh kepala daerah yang mengatakan enjoy aja,” katanya.

“Orang bisa membohongi Presiden, tetapi Presiden itu tidak bisa dibohongi. Karena Presiden tidak hanya mendapatkan informasi dari satu sumber,” jelas Hariqo.

Beberapa kali Hariqo menekankan bahwa presiden tidak dapat dibohongi. Hal ini ia sebut salah satunya karena masa lalu Prabowo yang pernah menjadi bagian dari pasukan tempur.

“Kalau kita melihat perjalanan hidupnya, karena dia adalah pasukan tempur, kalau Presiden mudah dibohongi, sudah jadi jenazah Pak Prabowo hari ini. Karena di lapangan itu tidak mungkin mendapatkan satu informasi,” ungkapnya.(***)

Tags

Terkini