Gandeng KADIN Dumai, Plt Gubernur Riau Siapkan Riau Expo Internasional Libatkan 3 Negara

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:54:15 WIB
Plt Gubri SF Hariyanto/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Di tengah kondisi fiskal daerah yang ketat, Pemerintah Provinsi Riau justru tancap gas mengejar investasi. Lewat ajang Riau Expo 2026, Pemprov menargetkan perputaran uang hingga Rp175 miliar tanpa mengandalkan APBD.

Target fantastis itu terdiri dari transaksi perdagangan minimal Rp100 miliar dan peluang investasi baru sebesar Rp75 miliar.

Rencana ambisius ini mengemuka saat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menerima audiensi Ketua KADIN Dumai, Zulfan Ismaini, di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (9/10/2026).

Riau Expo 2026 sendiri dirancang sebagai ajang promosi perdagangan dan investasi internasional. Selama dua hari pelaksanaan pada Desember mendatang, event ini akan mempertemukan pengusaha dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan negara lainnya.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengakui kondisi keuangan daerah saat ini menuntut kehati-hatian. Karena itu, ia menegaskan skema Riau Expo akan murni non-APBD, mengandalkan sponsor dan kolaborasi dunia usaha.

"Kondisi fiskal kita memang menuntut kehati-hatian. Tapi jika ada hal yang bisa kita bantu untuk mendukung dunia usaha dan ekonomi masyarakat, tentu akan kita upayakan," ujar SF Hariyanto.

Ia menyambut baik inisiatif KADIN Dumai tersebut dan meminta agar persiapan dilakukan matang, termasuk pembagian peran yang jelas antara pemerintah dan pelaku usaha.

"Silakan kegiatan ini dipersiapkan dengan baik. Nanti kita duduk bersama untuk membentuk tim dan membagi tugas masing-masing," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KADIN Dumai Zulfan Ismaini menjelaskan, Riau Expo tidak hanya soal pameran. Fokus utamanya adalah mendorong UMKM naik kelas dan membuka keran investasi baru di Riau, khususnya di kawasan segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

"Kami menargetkan transaksi Rp100 miliar dan investasi Rp75 miliar. Fokusnya untuk pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi baru ke Riau dengan pendanaan non-APBD," jelas Zulfan.

Lebih jauh, KADIN Dumai juga membawa misi lain dalam expo tersebut, yakni menjajaki investasi hilirisasi sawit. Salah satu proyek yang dijajaki adalah pembangunan pabrik pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi biomassa dan pupuk, termasuk menjajaki kerjasama dengan calon investor asal India.*****

Terkini